Beranda Hukum Warga negara Jerman akan dideportasi setelah mengikuti kursus Denpasar Fathers

Warga negara Jerman akan dideportasi setelah mengikuti kursus Denpasar Fathers

Denpasar (ANTARA) – Seorang warga negara asing (WNA) asal Jerman bernama Dilenschneider Tim akan dideportasi ke negara asalnya setelah menyelesaikan magang di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Denpasar, Bali.

“Warga negara asing (WNA) atas nama Dilenschneider Tim termasuk klien dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Denpasar untuk kasus narkoba yang termasuk dalam Pasal 111 ayat (1) dan 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009,” kepala departemen mengatakan… Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Bali, Jamaruli, Manihuruk, dalam siaran pers di Denpasar, Bali, Selasa.

Ia mengatakan warga negara Jerman itu terlibat tindak pidana narkoba karena terbukti memiliki ganja dan divonis 4 tahun, denda 1 miliar rupee dan tambahan bisnis 3 bulan.
Sebelumnya hal ini bermula dari penangkapannya di Perumahan Sungai Pering di Gianyar oleh polisi Bali. Ia kemudian ditempatkan di Lapas Kelas IIA Kerobokan, kemudian dipindahkan ke Rutan Negara Kelas IIB Gyaniyar, dan akhirnya dipindahkan ke Lapas Rutan Bangli sambil menunggu hukuman.
Semua narapidana pengguna narkoba, termasuk kelompok Dilenschneider, dipindahkan ke Fasilitas Penegakan Narkoba Kelas IIA Bangli.
Usai pembebasan bersyarat pada 27 Mei 2020, angkatannya dimutasi sebagai klien Bapak Kelas I Denpasar.
Penjamin klien adalah istrinya Ni Desak Made SK, dan klien dikawal selama 1 tahun 3 bulan 4 hari.

Setelah selesai masa pembekalan di kantor Pater Denpasar pada tanggal 31 Agustus 2021. Klien kemudian dipindahkan ke Kantor Imigrasi pada pukul 10.30 WITA untuk proses deportasi.
Kakanvil menambahkan, klien lembaga pemasyarakatan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995, adalah orang yang berada di bawah kewenangan sebuah lembaga pemasyarakatan (Bapas).
Ayah adalah Unit Teknis Pemasyarakatan (UPT) yang berfungsi menasihati, mengawasi, dan membantu klien pemasyarakatan yang reintegrasi sosial bersyarat (PB), pembebasan bersyarat (CB), pelepasan dini (CMB), dan asimilasi.

Artikel sebelumyaPemprov Kaltim Bergegas Renovasi Asrama Olah Raga Kaltim untuk Isotermal Pasien COVID-19
Artikel berikutnyaPolres Malang Luncurkan Simpati Makota