Beranda News Wapres: Kesejahteraan Petani Masih Pekerjaan Rumah Pemerintah

Wapres: Kesejahteraan Petani Masih Pekerjaan Rumah Pemerintah

Jumlah rumah tangga yang tergolong miskin di Indonesia sebagian besar berada di sektor pertanian, yaitu sebesar 46,3 persen.

Jakarta (ANTARA). Wakil Presiden Indonesia Maaruf Amin mengatakan peningkatan kesejahteraan petani masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dilakukan pemerintah.

“Meningkatkan kesejahteraan petani masih PR, PR kita, PR pemerintah harus diselesaikan,” kata Wapres saat menyerahkan penghargaan Abdi Bakti Thani 2021 di Istana Wapres, Jakarta, Senin.

Wapres mengatakan, kehidupan petani yang menanam tanaman pangan seperti padi masih jauh dari cukup.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, hampir separuh rumah tangga miskin di Indonesia adalah orang yang bekerja di sektor pertanian.

“Jumlah rumah tangga yang tergolong miskin di Indonesia sebagian besar berada di sektor pertanian, yaitu sebesar 46,3 persen,” ujarnya.

Sementara itu, sektor pertanian juga paling banyak memakan tenaga kerja selain kehutanan dan perikanan. Pada Februari 2021, penyerapan tenaga kerja di ketiga sektor tersebut meningkat 0,36 persen dibandingkan tahun 2020.

“Ketenagakerjaan di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan meningkat 0,36 persen dibandingkan Februari 2020 (sebesar 29,23 persen),” katanya.

Karena itu, Wapres mendorong inovasi untuk terus meningkatkan dan mewujudkan kesejahteraan petani.

“Inovasi dan terobosan melalui reformasi pertanian, intensifikasi produksi dan peningkatan akses pasar merupakan upaya nyata yang perlu dilakukan untuk menjamin kesejahteraan petani,” ujarnya.

Pada Abdi Bakti Thani Awards 2021, Wapres menyerahkan penghargaan kepada sejumlah kepala daerah.

Pertama, kategori produksi beras tertinggi 2019-2020 diberikan kepada Provinsi Lampung, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Banten, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Jambi, Kabupaten Chilakap, Kabupaten Brebes, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Ogan Comering Ulu dan Kabupaten Gresik.

Kedua, kategori nilai ekspor tertinggi untuk komoditas pertanian antara Januari 2020 hingga Juni 2021 yang dicapai oleh Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Jambi, Provinsi Kalimantan Barat, Provinsi Sulawesi Utara, Kabupaten Kota Baru, Kabupaten Delhi Serdang. Kabupaten Barat, Kabupaten Semarang dan Kabupaten Bintan.

Artikel sebelumyaPresiden Jokovi minta mahasiswa di Sukoharjo jaga kesehatan
Artikel berikutnyaMenkominfo memaparkan tantangan kepemimpinan di era digital.