Beranda Nusantara Walhi mendukung kebijakan pemerintah Kota Palu untuk membatasi penggunaan kemasan plastik.

Walhi mendukung kebijakan pemerintah Kota Palu untuk membatasi penggunaan kemasan plastik.

karena berdampak positif bagi lingkungan, kami mendukung langkah pemerintah kota

Palu (ANTARA) –

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Tengah mendukung kebijakan Pemerintah Kota Palu untuk membatasi penggunaan kemasan plastik sekali pakai untuk menjaga lingkungan.
“Pada prinsipnya, selama berdampak positif bagi lingkungan, kami mendukung langkah Pemprov Sulteng,” kata Direktur Walhi Sulteng Sunardi Katili yang dihubungi Sabtu di Palu, Sulteng.
Plastik sangat berbahaya bagi lingkungan jika tidak ditangani secara rutin, katanya, karena sampah plastik sulit terurai oleh tanah dan sering menyebabkan banjir atau genangan air saat musim hujan.

Masyarakat saat ini terus bergantung pada penggunaan kemasan plastik di jalan.
Oleh karena itu, Vali berpesan kepada pemerintah daerah agar tidak hanya membatasi penggunaan kemasan plastik di tingkat masyarakat, tetapi juga mencari solusi dan formula yang tepat agar produk yang beredar di pasaran tidak lagi menggunakan kemasan plastik.
“Artinya kebijakan ini tidak hanya ditujukan kepada konsumen atau masyarakat, tetapi juga kepada produsen yang seharusnya juga menyasar produsen sebagai pemasok produk, seperti pembuatan tas yang dapat digunakan kembali,” kata Sunardi.
Ia menilai langkah yang dilakukan pemerintah Kota Palu untuk menjaga keutuhan lingkungan dan makhluk hidup sudah tepat, namun aspek lain perlu diperhatikan, kebijakan ini akan berdampak pada perubahan perilaku masyarakat.

“Tentu saja, orang perlu beradaptasi dengan kebiasaan baru. Mengubah kebiasaan tentu membutuhkan waktu dan tidak serta merta mengarah pada normalisasi, karena cara berpikir orang berbeda-beda,” kata Sunardi.

Di sisi lain, plastik memiliki nilai ekonomi karena dapat didaur ulang, sehingga pemerintah daerah dapat memberdayakan masyarakat untuk mengubah barang bekas menjadi produk yang bernilai. Ini adalah salah satu strategi pengurangan timbunan TPA (TPA).

Kebijakan pembatasan penggunaan kemasan plastik sekali pakai dan polystyrene yang diperluas diatur dalam Keputusan Walikota Palu (Perwali) Nomor 40 Tahun 2021.

“Dalam hal pengurangan penggunaan plastik, pemerintah melakukan pekerjaan yang baik dengan keputusan ini. Kami berharap apa yang telah direncanakan akan sejalan dengan tujuan, karena perbincangan tentang lingkungan sangat erat kaitannya dengan masyarakat,” kata Sunardi.

Artikel sebelumyaSIEJ Promosikan Diskusi Deforestasi di Indonesia
Artikel berikutnyaAnnette dan Ledra Raih Top Indonesian Artists di MAMA 2021