Beranda News Wakil Ketua MPR RI memprakarsai gerakan Persatuan Rakyat Gotong Royong.

Wakil Ketua MPR RI memprakarsai gerakan Persatuan Rakyat Gotong Royong.

Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menggagas gerakan Persatuan Rakyat Gotong Royong untuk membangun kerja sama dan pelibatan masyarakat dari berbagai lapisan masyarakat untuk melakukan hal-hal positif bagi warga yang terdampak pandemi COVID-19.

Ia mengatakan perlu adanya gerakan yang bisa menggalang untuk melakukan hal-hal positif yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Perekonomian akan menjadi kompleks di masa depan, jadi persatuan sangat dibutuhkan, dan tidak ada yang lain. Kita tidak akan bisa dengan cepat memperbaiki perekonomian karena perlu memperbesar dan memperkuat barisan untuk menahan kondisi yang tidak cukup baik ini. Demikian kata Jazilul Fawaid atau Gus Jazil dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara jelang peluncuran Persatuan Rakyat Gotong Royong di Jakarta, Senin (20/9).

Dijelaskannya, goton royong dalam konteks saat ini adalah gotong royong atau gotong royong karena tidak ada kekuatan tunggal yang dominan.

Menurutnya, yang menguatkan itu yang disebut sinergi, sehingga setiap orang memiliki kepentingan, arah dan pekerjaan masing-masing.

“Kekuatan ini sebenarnya muncul melalui kerjasama, sekarang tidak ada titik sentral, tidak ada legenda seperti zaman Roma Irama, Elvi Sukaesikh dan Michael Jackson. Saat ini semua pimpinan sudah ada di tempatnya masing-masing,” ujarnya.

Oleh karena itu, menurut dia, Serikat Koperasi Rakyat akan mencakup orang-orang dengan pengalaman profesional yang berbeda, hobi, kebangsaan, ras, agama dan keragaman lain yang melihat gotong royong.

Ia mengatakan, pihaknya akan menggelar berbagai acara yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, seperti di Jawa bagian selatan menjadi tuan rumah South Coast Carnival.

Rencananya, Persatuan Rakyat Gotong Royong akan diumumkan di Sangkuriang Land, Kiputih, Kota Bangdung, Jawa Barat, bersama sejumlah klub motor.

Artikel sebelumyaKilas Nusantara di antara pagi
Artikel berikutnyaBagaimana PDDI Kota Malang menghilangkan masalah jual beli darah