Beranda News Wakil Ketua MPR dukung Polri-TNI kalahkan KKB

Wakil Ketua MPR dukung Polri-TNI kalahkan KKB

Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia Siarief Hassan mendukung langkah TNI-Polri untuk menumpas pemberontakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua yang melakukan berbagai aksi teror terhadap penduduk. …

“Saya mendukung penuh langkah-langkah untuk menekan KKB yang mengkhawatirkan warga sipil dan merusak kedaulatan negara. Silsilah kelompok ini adalah teror dan saya akan terus melakukannya, ”kata Syarif Hasan dalam sebuah pernyataan di Jakarta, Selasa.

Dia memperkirakan tidak ada ruang untuk berdialog dengan kelompok tersebut, sehingga TNI-Polri tak segan-segan melakukan tindakan tegas. Menurutnya, KKB adalah musuh negara dan rakyat Indonesia, sehingga harus ditumpas sampai ke akar-akarnya.

“Pemerintah telah bekerja keras untuk mempercepat pembangunan Papua dan Papua Barat. Selama 20 tahun terakhir, pemerintah telah mengalokasikan Rs 138,65 triliun dalam Otonomi Khusus (Otsus) dan Dana Tambahan Infrastruktur (DTI) untuk Papua dan Papua Barat, ” katanya….

Ini merupakan kebijakan dan prioritas pembangunan yang positif, katanya, yang menjelaskan keinginan pemerintah untuk membangun Papua dan Papua Barat untuk maju dan bersaing seperti daerah lain di Indonesia.

Menurut Syariev, dengan instrumen pembiayaan Otsus dan DTI, pembangunan fisik dan non fisik, infrastruktur dan SDM harus berjalan dengan baik dan cepat.

“Ketika dana Otsus dan DTI yang besar dialokasikan untuk Papua dan Papua Barat, kenyataannya serangan teroris tidak pernah berhenti. Ini menunjukkan bahwa KKB hanya berusaha mengganggu dan meneror,” ujarnya.

Jika itu terjadi, kata dia, TNI-Polri tidak punya pilihan selain melakukan upaya kontraterorisme yang lebih tegas.

Dikatakannya, jika teror terus berlanjut, maka korban aparat dan warga sipil akan terus berjatuhan, sehingga KKB tidak bisa ditolerir dan harus ditumpas sampai ke akar-akarnya.

Syarief meyakini bahwa masyarakat Papua dan Papua Barat sangat mendambakan kedamaian, kegiatan ekonomi, peribadatan dan kehidupan masyarakat pada umumnya, agar dapat hidup aman dan tentram.

“Apa yang dilakukan KKB telah merampas kebahagiaan masyarakat. Tindakan keji geng bersenjata ini hanya akan menghambat pembangunan yang sedang digalakkan pemerintah,” ujarnya.

Syarief mengatakan, tindakan KKB jelas menunjukkan bahwa tujuannya hanya teror, penculikan, pembunuhan, dan makar. Oleh karena itu, sudah saatnya TNI-Polri memikirkan kembali tanggung jawab dan perannya dalam menyelamatkan warga sipil dan menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Artikel sebelumyaLaNyalla meminta pemerintah Kabupaten Pandeglang memperhatikan nasib ratusan guru honorer.
Artikel berikutnyaEstimasi Valuasi USD124 M, Menkominfo: Pemerintah Optimasi Produktivitas Ekonomi Digital