Beranda Warganet Wagub Bali berharap "pasemetonan" memperkuat masyarakat, membangun budaya

Wagub Bali berharap "pasemetonan" memperkuat masyarakat, membangun budaya

Langkah-langkah yang dilakukan Pasemetonan sangat baik untuk mendukung pemerintah dalam menciptakan budaya Bali.

Janyar (ANTARA) – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati berharap Pasemetonan atau marga yang ada di daerah tersebut dapat memperkuat masyarakat dalam membangun budaya.

“Langkah-langkah yang dilakukan Pasemetonan sangat baik untuk mendukung pemerintah dalam menciptakan budaya Bali,” kata Wakil Gubernur yang biasa disapa Kok Eis itu di Gianyar, Minggu.

Kok Ace yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan terima kasih atas review dan DFG Leadership Dynamics Ida Dalm Shri Aji Kresna Dinasti Kepakisan yang diselenggarakan oleh Pasemetonan Manka Agung Breed Ida Dhal Shri Aji Tegal. Besung.

Apalagi sejalan dengan visi dan misi Pemprov Bali Nangun Sat Kerti Loka Bali yaitu Jana Kerti dan Jagat Curti, ujarnya.

Karena Jana Curti, atau bisa dikatakan mempertajam pikiran, katanya, buku bisa menjadi wahana untuk memperluas pemahaman dan pengetahuan tentang sejarah dan budaya Bali.

“Tentu juga mendukung terciptanya SDM Bali yang unggul dan tetap berlandaskan budaya dan warisan nenek moyang kita,” ujarnya.

Sementara itu, dari sudut pandang Jagat Curti, ia dapat memperkuat kesatuan post-medium, membangun hubungan yang harmonis antara manusia sebagai makhluk sosial.

Mengenai keberadaan pasemetonan di Bali, guru besar ISI Denpasar ini menilai sangat perlu. “Selain untuk melacak harta pusaka dan jejak keluarga, juga menjadi titik kumpul bagi kita dalam memikirkan dan menentukan langkah ke depan untuk kemaslahatan tanah leluhur kita,” ujarnya.

Ia mencontohkan, berkat adanya pasemetonan di Bali, banyak karya yang berkaitan dengan yadnya (ritual), serta adat dan tradisi di Bali kini menjadi lebih sederhana.

Kok Ace berharap buku tersebut dapat dijadikan referensi tidak hanya oleh masyarakat Pasemeton, tetapi juga masyarakat Bali dalam bidang sejarah dan adat. Selain itu, para ilmuwan juga menganalisis buku tersebut.

Sementara itu, Pengeng Ageng Manka Agung, Guru Besar, Dr Deva Nyoman Oka, mengatakan edisi kedua buku tersebut diharapkan segera dirilis bertepatan dengan Samuan Agung pada 30 Januari.

Seperti halnya Wakil Gubernur Kok Ace, ia juga berharap ke depan buku ini dapat dijadikan referensi keilmuan bagi kampus-kampus di Bali, khususnya dalam bidang sejarah.

“Buku ini juga sebagai upaya untuk memberikan referensi yang dapat dipercaya kepada salah satu tokoh Bali sekaligus nenek moyang kita,” ujarnya.

Artikel sebelumyaHasto: Kandidat harus punya jiwa kepemimpinan, bukan hanya jiwa elektoral
Artikel berikutnyaPolresta: jumlah kendaraan di Kota Bogor sedikit, sensornya belum diterapkan