Beranda Trending Vina Armada mengatakan FFWI memiliki sejarah dalam perfilman domestik

Vina Armada mengatakan FFWI memiliki sejarah dalam perfilman domestik

Jakarta (ANTARA) – Direktur Eksekutif Festival Film Jurnalis Indonesia (FFWI) XI Vina Armada Sukardi mengatakan festival sinema jurnalistik memiliki sejarah lahir dan tumbuhnya film nasional.

Dengan cara ini, ia berharap seluruh konstituen bangsa ikut mensukseskan festival yang akan puncaknya pada 28 Oktober 2021 ini.

“Saat ini Direktorat Sinema, Musik, dan Media Baru (PMMB) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Ingushetia aktif mendukung, pada acara selanjutnya kami berharap dapat bekerja sama dengan kementerian lain,” kata Vina dalam siaran persnya, Senin.

Sebelumnya, sejumlah nama besar di industri perfilman nasional, seperti Deddi Mizvar, Slamet Rahardjo Jarot, Niniek L. Karim, Ray Sahetapi, Rudi Sujarvo dan beberapa nama lainnya, mendukung acara FFWI XI.

Belakangan, pemeran karakter Reza Rakhadyan juga memberikan dukungan. Reza yang juga mengantar wartawan ke gedung perhelatan Festival Film Indonesia 2007 di Pekanbaru, Riau, mengatakan wartawan, khususnya wartawan film, terlibat aktif dalam menciptakan ekosistem film di Indonesia.

Menurutnya, kehadiran mereka sangat penting dan menjadi kunci kemajuan perfilman di Indonesia.

“Wartawan adalah bagian integral dari perjalanan sinema Indonesia. Saya ucapkan selamat dan sukses menjadi tuan rumah Festival Film Jurnalis Indonesia. Semoga ini menjadi bentuk apresiasi dari rekan-rekan di Indonesia untuk industri perfilman Indonesia,” ujarnya. …

Selain Reza, ada juga selebriti Cinta Laura yang mewakili generasi milenial dan berdedikasi sebagai Sahabat FFWI XI. Cinta bersama sejumlah Duta FFWI XI lainnya akan terus mengkampanyekan pentingnya festival film yang diapresiasi penuh oleh para jurnalis film di seluruh Indonesia.

Artikel sebelumyaTidak dapat mentolerir makanan, sukarelawan terpaksa melepaskan anak-anaknya, yang masih belum cukup umur.
Artikel berikutnyaDua titik api muncul di Haharu, Sumba Timur