Beranda Nusantara Vali: ancaman bencana ekologis di Aceh semakin meningkat

Vali: ancaman bencana ekologis di Aceh semakin meningkat

Banda Aceh (ANTARA) – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Aceh mengatakan ancaman bencana lingkungan, terutama dari penambangan emas ilegal di provinsi paling barat Indonesia itu, semakin meningkat.

Ketua Pelaksana WALHI Aceh M Noor mengatakan pada Minggu di Banda Aceh bahwa penambangan emas ilegal masih menjadi masalah utama di provinsi Aceh.

“Hingga saat ini permasalahan penambangan emas ilegal belum sepenuhnya terselesaikan baik melalui pendekatan hukum maupun melalui perbaikan tata kelola oleh pemerintah Aceh. Dan ini meningkatkan ancaman bencana lingkungan,” kata M. Nur.

Bencana lingkungan tersebut, seperti banjir bandang, kerusakan ekosistem sungai, air keruh, kerusakan fisik sungai dan pencemaran zat berbahaya, disebabkan oleh penambangan emas ilegal, kata Nour.

Menurut M. Nour, menurut catatan VALKHI-Aceh, ada enam wilayah yang masih cukup aktif melakukan penambangan emas ilegal, yakni Pidi, Aceh Tengah, Nagan Raya, Aceh Selatan, Aceh Jaya, dan Aceh Barat.

Di Kabupaten Aceh Barat, kata M Nur, penambangan emas ilegal terjadi di wilayah Sungai Mas dan Voila Timur. Skema penambangan dilakukan dengan menggunakan alat berat.

Menurut informasi yang tersedia untuk umum, tambang emas ilegal tersebut berada di bawah konsesi perusahaan pertambangan yang tidak lagi beroperasi atau tidak beroperasi lagi, kata Noor.

“Keberadaan penambangan emas ilegal di Aceh Barat telah menjadi ancaman serius bagi lingkungan dan kehidupan manusia. Dan ini adalah hari harapan segera untuk menyelamatkan masyarakat dan lingkungan,” kata M. Nur.

M Noor mengatakan, kondisi ini seharusnya menjadi penting tidak hanya bagi pemerintah Aceh, tetapi juga bagi Kapolda Aceh yang baru terkait dengan aspek penegakan hukum di sektor pertambangan.

Selain itu, perlu juga meminta pertanggungjawaban perusahaan pemegang konsesi jika penambangan ilegal dilakukan di zona izin, yang tidak mendatangkan pendapatan bagi daerah.

“Wali terus mendesak pemerintah untuk segera mengatasi masalah penambangan emas ilegal. Tujuannya untuk mencegah terjadinya bencana lingkungan yang hanya merugikan masyarakat,” kata M. Nur.

Artikel sebelumyaUrgensi penghapusan akibat bencana alam, ancaman tenggelamnya tsunami di Jakarta
Artikel berikutnyaBKSDA angkut dua gajah ke Inhu