Beranda News Vaksin itu aman kemarin, hingga revisi UU ASN melonggarkan birokrasi.

Vaksin itu aman kemarin, hingga revisi UU ASN melonggarkan birokrasi.

Jakarta (ANTARA) –

Rentetan berita politik pada Jumat (24/9) masih menarik dan layak dibaca kembali, mulai dari Presiden Djokovi mengimbau masyarakat untuk memastikan vaksinasi aman dan halal, hingga revisi UU ASN agar tidak melemahkan reformasi birokrasi.
Berikut ringkasan beritanya:
1. Presiden Jokovi mendorong masyarakat untuk memastikan vaksinasi aman dan halal.
Jakarta (ANTARA) – Presiden RI Joko Widodo (Jokovi) mengajak semua pihak bekerja sama untuk meyakinkan masyarakat bahwa vaksinasi COVID-19 aman dan halal sehingga kekebalan masyarakat dapat segera tercapai.
Baca selengkapnya di sini
2. Poin Maharani bangga dengan prestasi para atlet Tokyo Paralympic.
Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum Partai Politik DPP PDI-P yang juga Ketua DPR RI, Puan Maharani mengaku bangga dengan para atlet di Paralympic Games Tokyo 2020.
Baca selengkapnya di sini
3. Golkar menghormati persidangan Azis Shyamsuddin.
Jakarta (ANTARA) – Ketua Badan Perlindungan Hak Asasi Manusia dan Hak Asasi Manusia (Bakumham) GP Golkar Supriansa mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi proses hukum yang sedang berjalan di PKC terkait kasus yang menimpa Wakil Ketua DPR RI Azis Samsudin, tertangkap. …
Baca selengkapnya di sini
4. Mendagri mengimbau masyarakat tidak euforia akibat penurunan jumlah kasus COVID-19.
Jakarta (ANTARA) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengimbau masyarakat tidak bergembira atas penurunan kasus positif COVID-19.
Baca selengkapnya di sini
5. Wapres berharap revisi UU ASN tidak melemahkan reformasi birokrasi.
Jakarta (ANTARA) – Wakil Presiden Maaruf Amin berharap revisi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak melemahkan upaya pemerintah melakukan reformasi birokrasi.
Baca selengkapnya di sini

Artikulli paraprakKemarin, PKC menahan Azis hingga penjual kulit harimau itu ditangkap.
Artikulli tjetërLPOI memperingatkan terhadap fanatisme agama yang ekstrem