Beranda Warganet Tim SAR Banda Aceh mengevakuasi seorang warga Filipina dari kapal kargo karena...

Tim SAR Banda Aceh mengevakuasi seorang warga Filipina dari kapal kargo karena sakit

Titik evakuasi berjarak delapan mil laut atau nautical mile dari pelabuhan Uli Leue di kota Banda Aceh.

Banda Aceh (ANTARA) – Tim SAR Banda Aceh melakukan evakuasi medis terhadap seorang awak kapal barang Filipina yang mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Pada Jumat, Kepala SAR Banda Aceh Budiono di Banda Aceh mengatakan, seorang warga Filipina yang dievakuasi bernama Lapira Marc Paolo, 26 tahun.

“Seorang warga negara Filipina memiliki tekanan darah tinggi. Pria tersebut merupakan ABK kapal kargo berbendera Bahama ST Peter tujuan pelabuhan Galle di Sri Lanka,” kata Budiono.

Evakuasi dilakukan di perairan Selat Benggala antara Pulau Ve, kota Sabang dan pulau-pulau di Pulau Aceh, Kabupaten Aceh Besar, pada Jumat.

“Titik evakuasi berjarak delapan mil laut dari pelabuhan Uli Leue di Kota Banda Aceh. Kapal KN Kresna SAR digunakan untuk evakuasi medis,” kata Budiono.

Dia mengatakan, evakuasi dimulai dengan informasi dari Agen Pelny, yang mengatakan awak atau awak kapal kargo ST Peter, menuju Sri Lanka, membutuhkan perhatian medis segera.

Berdasarkan informasi tersebut, Banda Aceh mengatakan, kantor SAR di Banda Aceh melakukan koordinasi evakuasi dengan pihak terkait seperti Otoritas Kesehatan Pelabuhan, Kantor Imigrasi dan lain-lain.

Budiono mengatakan setelah melakukan koordinasi evakuasi, tim yang terlibat melakukan perjalanan menggunakan KN Kresna dari pelabuhan Uli Leue menuju meeting point dengan kapal kargo.

Kapal SAR berhenti di lambung ST Peter kemudian melakukan proses evakuasi. Sebelum menaiki kapal SAR, WNI tersebut menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai dengan prosedur dan standar operasional prosedur.

Akhirnya rombongan mengevakuasi WNI tersebut ke kapal SAR untuk dibawa ke kapal SAR di pelabuhan Ulee Lheue. Dari pelabuhan Ulee Lheue, awak ST Peter dibawa ke RS Zainal Abidin Banda Aceh.

“Setelah evakuasi berhasil, operasi pencarian dan penyelamatan dinyatakan selesai dan ditutup. Semua elemen yang terlibat telah dikembalikan ke pihak yang berwenang. Cuaca saat evakuasi cerah dengan ketinggian gelombang berkisar antara satu setengah hingga satu meter,” kata Budiono.

Artikel sebelumyaKelompok sasaran: Kasus kematian akibat COVID-19 di Sulawesi Tenggara hingga 397
Artikel berikutnyaBMKG minta pemerintah daerah serius menyikapi perubahan iklim