Beranda News Tiga pegawai SZ keberatan Golkar menggunakan mereka di Sipol PKC.

Tiga pegawai SZ keberatan Golkar menggunakan mereka di Sipol PKC.

“Surat keberatan sedang disiapkan, dan kami akan segera menyerahkannya ke Partai Komunis Ukraina agar bisa diselesaikan sesuai aturan yang ada,” kata kepala NW Muslimat Center.

Mataram (ANTARA) – Tiga pegawai Nahdatul Watan (NW) di Nusa Tenggara Barat mengaku keberatan setelah nama dan identitasnya diambil dan didaftarkan dalam keanggotaan Partai Golkar dalam Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) Komisi Pemilihan Umum (KPU). Padahal mereka sudah terdaftar dan resmi terdaftar sebagai pengurus Partai DPD Partai Gerindra NTB.

“Kami keberatan dengan penggunaan nama dan identitas,” kata Lale Sifaunnufus kepada wartawan di Mataram, Rabu.

Ia menyebut nama tiga kader NW yang juga pengurus DPD Gerindra NTB, antara lain Lale Sifaunnufus, Lale Yakutunnafis dan Lalu Faouzi Haryadi.

Lale Sifaunnufus mengaku tidak tahu-menahu soal nama dan kartu identitas yang didaftarkan sebagai anggota Partai Golkar di Sipol. Padahal dia merasa tidak pernah melepaskan KTP dan menjadi anggota Partai Golkar.

“Nama dan KTP saya tidak tahu sama sekali, itu terdaftar di Golkar di Sipol,” katanya.

Ia mengetahui namanya terdaftar di Partai Golkar setelah Tim Verifikasi Partai Gerindra memberikan informasi bahwa nama dan identitasnya juga terdaftar sebagai anggota Partai Golkar di Sipol.

Untuk itu, dia menyatakan sedang menyiapkan surat keberatan terkait penggunaan nama dan kartu identitas serta akan mengirimkan surat keberatan kepada KPU agar bisa dipertimbangkan sesuai aturan yang ada.

“Surat keberatan sedang kami siapkan, dan akan segera kami sampaikan ke KPU agar bisa diselesaikan sesuai aturan yang ada,” kata Kepala Muslimat Center NW.

Lale mengatakan, saat ini dirinya terdaftar dan terdaftar sebagai wakil ketua DPD Partai Gerindra NTB. Akibat spekulasi tersebut, ia tercatat di dua partai berbeda di Sipol KPU. Sehingga pihaknya harus memberikan klarifikasi terkait spekulasi yang mengatasnamakan dirinya baik oleh partai Gerindra maupun ormas Northwest.

“Yang benar saya anggota Partai Gerindra dan saya juga dipercaya sebagai anggota tim verifikasi internal Partai Gerindra,” jelasnya.

Ia menambahkan, kejadian tersebut tidak terulang lagi. Ia berharap Partai Golkar bisa lebih berhati-hati menggunakan nama dan identitas palsu.

“Agar masyarakat yang memiliki KTP tidak terluka,” ujarnya.

Terkait hal itu, Lale Yakuttunafis juga menyatakan keberatannya atas penggunaan nama dan kartu identitas oleh anggota Partai KPU Sipol Golkar.

Ia menegaskan dirinya adalah kader partai Gerindra dan tercatat sebagai wakil sekretaris DPD Partai Gerindra NTB.

“Untuk nama dan KTP saya yang terdaftar di Partai Komunis Sipol sebagai anggota Partai Golkar, saya tidak tahu sama sekali,” kata mantan anggota DPRD NTB itu.

Akibat kejadian itu, dia terdaftar di dua parpol berbeda di KPU Sipol. Karena itu, dia harus memberikan klarifikasi terkait penggunaan nama dan identitasnya di lingkungan Partai Golkar.

“Kami sedang menyiapkan surat keberatan untuk disampaikan ke KPU agar bisa dipertimbangkan sesuai aturan yang ada,” katanya.

Sebagai informasi: Lale Siaunnufus di Organisasi Barat Laut selaku Ketua Pengurus Pusat Muslimat Barat Laut, Lale Yakutunnafis selaku Ketua Umum Ikatan Guru Barat Laut dan Lalu Fawzi Hariyadi selaku Wakil Sekjen PBNW.

Sementara itu, telah dikonfirmasi melalui telepon dan pesan melalui WhatsApp, Sekretaris DPD Partai Golkar NTB Lalu Satriavandi belum memberikan tanggapan.

Artikulli paraprakTim Resmob Polres Serang menangkap satpam pabrik yang merampok uang Rp 100 juta.
Artikulli tjetërBawaslu Purworejo luncurkan buku mozaik untuk tingkatkan literasi pemilu