Beranda Nusantara Tiga hektare lahan di Aceh Tengah dikabarkan terbakar

Tiga hektare lahan di Aceh Tengah dikabarkan terbakar

Kebakaran terjadi di dua desa di kawasan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah.

Banda Aceh (ANTARA) – Lahan seluas 3 hektar di dua desa dataran tinggi di Kabupaten Aceh Tengah, Aceh dilaporkan terbakar, menurut Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA).

“Kebakaran terjadi di dua desa di Kecamatan Bebesen Kabupaten Aceh Tengah,” kata Direktur Eksekutif BPBA Ilyas dalam keterangannya kepada Pusat Informasi Provinsi Aceh di Banda Aceh, Jumat.

Dia menjelaskan, kebakaran lahan yang terjadi di antara warga terjadi pada Jumat sekitar pukul 14.00 WIB dan 14.50 WIB di dua lokasi, yakni Desa Kampung Bewang, Kecamatan Bintang dan Desa Kampung Mongal, Kecamatan Bebesen.

Menurut Ilyas, akibat dari kejadian tersebut, luas lahan yang terbakar di Desa Bevang sekitar satu hektar, dan luas lahan yang terbakar di Desa Mongal sekitar dua hektar.

“Kronologis kejadiannya masih dipelajari pihak berwajib. Belum ada laporan adanya korban jiwa atau korban jiwa dalam kejadian ini,” ujarnya.

Menurut dia, BPBR Aceh Tengah mengirimkan pemadam kebakaran (damkar) ke Desa Bevang untuk memadamkan api. Sementara itu, dua unit pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kebakaran hutan dan lahan di Desa Mongal.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Kelas I (BMKG) Sultan Iskandar Muda Aceh Besar mengatakan sensor trendi dari satelit PLTN Tera, Aqua dan Suomi mendeteksi sembilan titik api yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota pada Jumat.

“Hasil pantauan titik panas pada 6 Agustus 2021 pukul 00.00-16.00 WIB menunjukkan ada sembilan titik api di wilayah Aceh dengan tingkat kepercayaan sedang,” kata Sultan Iskandar Muda Aceh Besar Zakaria Ahmad, Data BMKG Kelas I dan Koordinator Informasi.

Titik panas ditemukan masing-masing di satu titik di wilayah Lembakh-Seulava, Aceh Besar, Pananggalan, Subulusalam, Muara Tiga, Pidi, Trumon, Aceh Selatan dan di lima titik panas di Aceh Tengah yaitu di satu titik Atu Lintang dan empat titik di Aceh Tengah. daerah Silikhnar.

Zakaria menjelaskan bahwa memiliki “hotspot” dengan tingkat kepercayaan yang sedang berarti tidak dapat dipastikan bahwa mereka adalah “hotspot”.

Namun, lanjut Zakaria, warga masih diminta untuk mengetahui kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Warga dilarang membuka lahan perkebunan dengan cara dibakar.

“Kalau titik api yang muncul sudah berwarna merah, tingkat kepercayaannya sudah masuk kategori tinggi, kita perkirakan titik panasnya sudah kebakaran,” katanya.

Artikel sebelumyaHybe Rekor Laba Bersih Kuartal Kedua Rs 261,8 Miliar
Artikel berikutnyaBMKG laporkan lima titik api di Riau