Beranda News Syaryev meminta pemerintah membayar bonus jenjang karir kepada pegawai negeri sipil dari...

Syaryev meminta pemerintah membayar bonus jenjang karir kepada pegawai negeri sipil dari kelas bawah

Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua MPR Siarif Hasan meminta pemerintah membayarkan tantiem pegawai negeri sipil (PNS) golongan rendah dalam bentuk tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 pada 2021, dan rencana ini juga masuk dalam APBN 2022. tahun.

Menurut dia, pemerintah perlu menyatukan penghapusan tunjangan kerja berdasarkan kelas. Penghapusan manfaat ini harus dibatasi pada pejabat senior pemerintah dengan pendapatan yang relatif memadai.

“Pegawai negeri rendahan yang menerima tunjangan terkecil tetap harus dibayar,” kata Syarief Hasan, mengutip keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Ia mengatakan, masih banyak PNS yang menerima gaji Rp 1,5 juta, jauh di bawah upah minimum regional (UMR).

“Ini tentu perlu diperhatikan karena akan mempengaruhi daya beli,” kata Syarief Hasan.

Menurut Syariev Khasan, PNS yang menerima gaji kecil masih cukup berat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Beban keluarga juga harus diperhitungkan agar tetap dapat memberikan manfaat bagi PNS yang digaji rendah.

Dia mengatakan bahwa dalam pandemi yang melumpuhkan ekonomi kerakyatan, pemerintah harus mencari insentif keuangan untuk kelompok berpenghasilan rendah, termasuk pegawai negeri sipil bergaji rendah.

“Ini penting untuk menjaga daya beli dan tingkat pertumbuhan,” kata Syarief Hasan.

Menurut dia, di masa pandemi, salah satu tugas terberat pemerintah adalah memastikan terjaganya daya beli masyarakat.

“Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, daya beli rendah akan berdampak langsung pada kualitas hidup mereka,” kata Syrief Hasan.

Pemerintah memfokuskan kembali anggaran empat kali pada tahun 2021. Pada reorientasi kedua, pemerintah membayarkan uang cuti (THR) kepada pegawai negeri sipil (ASN), di luar tunjangan kerja.

“Kami menghemat puluhan triliun dolar dari ini,” kata Wakil Menteri Keuangan Swahasil Nazara saat memantau Seminar Virtual 100 Ekonom di Jakarta, Kamis (26 Agustus).

Artikel sebelumya"JUNI" 13 September di TIFF 2021
Artikel berikutnyaJuru Bicara: Hunian tempat tidur meningkat, orang tidak boleh lalai