Beranda News Surya Palo: elite politik tetap menentukan arah pergerakan negara

Surya Palo: elite politik tetap menentukan arah pergerakan negara

Jakarta (ANTARA). Elit politik, termasuk ketua umum partai politik, terus menjadi salah satu penentu arah pergerakan dan pembangunan negara, kata Surya Palo, ketua DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Pasalnya, mayoritas masyarakat Indonesia masih menganut budaya politik paternalistik yang masih bergantung pada figur atau figur pemimpinnya.

Konsekuensinya, elit politik memiliki peran dan juga bertanggung jawab mencerdaskan masyarakat, menjaga dan memelihara demokrasi serta memelihara kekuasaan,” kata Surya Palo dalam acara Dialog Nasional yang diselenggarakan CSIS Indonesia secara virtual di Jakarta, Senin.

Dalam pertemuan itu, Surya Palo menegaskan, parpol harus memiliki cita-cita yang membuat lembaga tetap berwibawa. “Jika idealisme tidak dijaga, itu akan menjadi awal bencana,” kata Surya Palo.

“Lembaga resmi (partai politik, red.) Harus tetap berwibawa, ketika otoritas ini hilang, orang tidak akan memiliki panutan yang baik,” kata ketua umum partai NasDem itu.

Ia menjelaskan, jika kepercayaan masyarakat hilang, maka semangat pragmatis akan muncul dalam budaya politik.

Untuk mempertahankan keyakinan ini, Surya Palo berpendapat bahwa pemimpin dan kader partai harus menjadi panutan bagi masyarakat.

Contoh ini hanya dapat terwujud jika ada komitmen terhadap cita-cita pembentukan partai dan konsistensi dalam pelaksanaannya.

“(Banyak pihak, red.) Terlalu sibuk dengan hasil polling. Artinya pendekatannya berdasarkan hasil survei dan berorientasi pada kekuasaan,” kata Surya Palo.

“Jika model ini (orientasi kekuasaan, red.) dikemukakan oleh para elit nasional, khususnya para pemimpin partai politik, seharusnya kita berpikir bahwa Indonesia di abad mendatang bisa lebih maju, mandiri, lebih bermartabat. Saya kira ini yang harus menjadi refleksi kita,” tambah Surya Palo.

Selain itu, partai politik juga bertanggung jawab untuk meningkatkan kesadaran dan mengawasi pelaksanaan demokrasi di tanah air.

“Negara ini masih membutuhkan pendidikan, pendidikan, bagaimana menumbuhkan kesadaran masyarakat, sehingga setidaknya ada keseimbangan antara hak dan kewajiban,” jelas Surya Palo.

Pernyataan tersebut mengacu pada praktik demokrasi yang memberikan ruang terbuka lebar kebebasan bagi publik. Menurut Surya Palo, kebebasan ini harus dibarengi dengan pemahaman tentang pentingnya menjalankan hak serta memenuhi tanggung jawab sebagai warga negara.

Artikel sebelumyaKasad: Latihan "Perisai Garuda" menerapkan protokol kesehatan yang ketat
Artikel berikutnyaMandalawangi Bergerak untuk Vaksinasi Komunitas di Kaki Gunung