Beranda News Sulbar-Balikpapan jajaki kolaborasi lewat konsep "Ma’balu"

Sulbar-Balikpapan jajaki kolaborasi lewat konsep "Ma’balu"

Bersama-sama kita bisa sampai ke Mabalu.

Mamuju (ANTARA) – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) bersama Pemerintah Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur menjajaki kemungkinan kerja sama dalam program Marasa (Kemerdekaan, Intelijen dan Kesehatan) dengan konsep Maabalu atau jual beli bisnis. .

“Kerja sama ini akan kami sambut baik dalam rangka program Maras,” kata Ali Baal Masdar, Minggu, saat bertemu dengan Walikota Balikpapan Rahmad Mas’ud.

Warga Sulawesi Barat memaknai Maabalu sebagai bisnis jual beli, namun di balik istilah tersebut, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menjelaskan bahwa konsep itu sendiri diambil dari konsep perdagangan antara tiga wilayah yaitu Mamuju, Balikpapan dan Palu (disingkat Mabalu). .

“Kita bisa ke Mabalu bersama-sama,” kata Ali Baal Masdar.

Program Maras, menurut Ali Baal Masdar, terkait dengan berbagai sektor, sehingga akan sejalan dengan konsep Maabalu.

Apalagi, kata dia, dengan penetapan ibu kota negara (IKN), pertumbuhan penduduk dan investasi di Kaltim akan membuka peluang baru bagi daerah Sulawesi, termasuk Sulawesi Barat.

“Dengan cara ini, baik Marasa maupun Mabalu bisa berjalan beriringan dan terwujud sesuai dengan harapan masyarakat,” ujarnya.

“Jika ketiga provinsi ini berjalan lancar, maka tidak akan terlalu sulit bagi kita untuk membangunnya,” kata Ali Baal Masdar.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Massoud mengatakan, konsep Ma’balu bukan sekedar slogan, namun akan diimplementasikan dalam konsep tiga zona segitiga emas dalam sambutan IKN di Kaltim.

Pemkot Balikpapan, sebagaimana dilansir Rahmad Masud, telah menandatangani Nota Kesepahaman/MoU dengan Pemkot Palu di Provinsi Sulawesi Tengah dan selanjutnya akan menyasar sejumlah kabupaten di Sulawesi Barat.

“Tahun depan di Sulawesi Barat, kami akan menerapkan apa pun yang kami inginkan. Kita bisa bekerja sama dengan apa saja, di bidang pertanian, peternakan dan lainnya,” kata Rahmad Masood.

Artikel sebelumyaMengenali "hukum omnibus" dan dampak implementasinya
Artikel berikutnyaBasarnas: Seorang nelayan tua menghilang saat memancing di perairan Buton.