Beranda Nusantara SPTN IV Solok Gunakan Skema Kemitraan untuk Pulihkan Taman Nasional Kerinci Seblat

SPTN IV Solok Gunakan Skema Kemitraan untuk Pulihkan Taman Nasional Kerinci Seblat

kegiatan restorasi ekosistem juga didukung oleh pihak ketiga

Padang Haro (ANTARA) – Divisi Pengelolaan Taman Nasional Daerah IV (SPTN IV) Soloka Selatan, Sumatera Barat, menggunakan Skema Kemitraan Konservasi untuk merestorasi Taman Nasional Kerinchi Seblat (TNKS).

“Untuk mengembalikan fungsi kawasan rehabilitasi, TNKS melakukan rangkaian kegiatan kemitraan konservasi dengan memulihkan ekosistem yang saat ini seluas 274,25 hektare,” kata Kepala SPTN IV Selatan David Solok di Padang Haro, Rabu. …

Dikatakannya, kegiatan kemitraan konservasi yang sedang berlangsung melibatkan masyarakat melalui pemberdayaan, memberikan bantuan senilai Rp 400 juta kepada delapan kelompok tani.

Selain itu, kegiatan restorasi ekosistem juga didukung oleh pihak ketiga seperti PT Supreme Energy Muaralaboh yang telah dilakukan di lokasi TNKS seluas 52,5 hektar di Solok Selatan.

Kerja sama dengan pihak ketiga ini dilakukan dengan mekanisme penanaman intensif pohon beringin (Ficus benjamina), bayur (Pterospermum spp), badan (Homalanthus populneus), Kasai (Pometia spp), Paniang-paniang (Quercus spp), Puspa ( Schima walichii), Berpasangan (Lithocarpus spp.), Indarung (Trema orientalis), Baliak Angin (Ficus vulva), Lasi (Oreocnide rubescens).

“Kegiatan ini juga bisa dilakukan dengan pihak lain yang bekerjasama dengan TNKS,” ujarnya.

Menurutnya, tujuan restorasi ekosistem adalah mengembalikan fungsi kawasan ke keadaan semula dan kondisi tertentu di masa depan (kondisi masa depan yang diinginkan), pada kawasan yang telah terjadi kerusakan (sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Perdirjen KSDAE No. P.6/KSDAE/SET/Kum.1/6/2018 tentang Petunjuk Teknis Kemitraan Konservasi Cagar Alam dan Satwa Liar daerah).

Menurut dia, berdasarkan data dokumen zonasi TNKS tahun 2020, penggunaan wilayah SPTN Kerinci Seblat IV untuk pekerjaan lain di zona rehabilitasi selama tiga tahun (2017-2020) mengalami penurunan 1.018 hektar dari 14.255 hektar. seluas 13.237 hektar atau 16,76 persen.

Taman Nasional Kerind Seblat (TNKS) merupakan salah satu cagar alam terbesar di Indonesia. Luas wilayahnya 1.389.509.867 hektar, terletak di empat provinsi: Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, dan Bengkulu.

SPTN Wilayah IV memiliki wilayah kerja yang terletak di tiga kabupaten: Solok, Solok Selatan dan Dharmasraya.

Artikel sebelumyaMSC mengadakan pelatihan penerapan standar udang untuk keberlanjutan
Artikel berikutnyaInstalasi seni dari sampah plastik