Beranda Warganet Sidoarjo percepat pembangunan enam qisdam pengendali banjir

Sidoarjo percepat pembangunan enam qisdam pengendali banjir

Sidoarjo (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur mempercepat pembangunan enam kisdam atau bendungan penahan air untuk mengatasi masalah banjir yang kerap melanda tiga desa di kawasan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali di Sidoarjo mengatakan, Sabtu, tiga desa di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, yakni Desa Kedung Banteng, Desa Banjar Asri dan Banjar Panji, sering terkena banjir.

“Hari ini kami turun bersama tim ITS untuk menguraikan solusi dan mengambil langkah paling optimal. Minggu lalu saya juga di sini. Kami mencari opsi pengendalian banjir jangka pendek dan menengah di sini,” kata Mukhdlor.

Dikatakannya, upaya pencegahan banjir di tiga desa tersebut saat ini sedang dilakukan melalui pembangunan qisdam atau bendungan pemasukan air. Konstruksi sedang dilakukan secara bertahap, beberapa pompa air akan dipasang di Kishdam.

“Kami sudah membangun enam titik qidam. Sekarang tahap konstruksi. Ya, cepat, saya akan cek lebih lanjut, ”katanya.

Bupati Mukhdlor segera mengecek dua qisdam, yakni qidam 1 di Desa Banjar Panji dan qidam 2 di Desa Penatarsevu.

“Pekerjaan akan terus berlanjut. Ke depan, akan ada 30 pompa air yang akan disebar di 6 qidam. Diharapkan dari titik-titik qisdam ini kita bisa mencegah banjir, kita bisa meminimalisir banjir. Ke provinsi. Kami juga bekerja sama dengan kepala-kepala wilayah yang berdekatan agar pompa siap,” katanya.

Gus Muhdlor mengatakan bahwa BMKG telah merilis prakiraan cuaca, yang menurutnya gelombang pasang diperkirakan meningkat pada awal Desember dengan ketinggian sekitar 1,3 meter.

Di bulan Desember juga akan banyak terjadi curah hujan, katanya, maka dari itu Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi dampak dari fenomena alam tersebut.

Menurut Bupati, di Desa Kedung Banteng yang termasuk kawasan rawan banjir, selain pembangunan qisdam, sungai juga sedang dinormalisasi.

“Daerah ini (desa Kedung Banteng) seperti mangkok. Kami juga melacak peta dari ITS tentang cara menempatkan pompa air ini di luar mangkuk. Kayak ditaruh di mangkok, nanti airnya balik lagi,” ujarnya.

Gus Muhdlor berharap pembangunan kisdam yang dipompa air akan menjadi langkah pencegahan banjir yang efektif. Pasalnya, tak bisa dipungkiri amblesan tanah yang cukup kuat terus terjadi di tiga desa tersebut. Air akan mencari lokasi yang lebih rendah seperti wilayah desa Kedung Banteng, Banjar Asri dan Banjar Panji.

“Ini sebagai persiapan pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Kita akan bersinergi agar ketiga desa tersebut tidak terkena dampak banjir separah sebelumnya,” ujarnya.

Artikel sebelumyaPemkot Bogor Siapkan Rumah Sakit Lapangan untuk Gelombang Ketiga COVID-19
Artikel berikutnyaDorong Kuasai Pasar, Menteri Johnny Tegaskan Dukungan untuk Industri Gim