Beranda Nusantara Setelah bayi gajah mati, Kebun Binatang Surabaya diminta bersih-bersih

Setelah bayi gajah mati, Kebun Binatang Surabaya diminta bersih-bersih

Ada informasi Dumbo sakit hingga meninggal, pimpinan tidak berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Tengah (BBKSDA).

Surabaya (ANTARA) – Komisi B Perekonomian DPRD Kota Surabaya meminta kepada Perusahaan Kebun Binatang Daerah (PDTS) Kebun Binatang Surabaya (KBS) untuk membersihkan dan memperbaiki diri pasca kematian bayi gajah bernama Dumbo.

“Kami sangat menyayangkan ada hewan yang kembali menjadi korban di KBS, mengingat ini terjadi pada hewan yang harus dilindungi,” kata Alfian Limardi, Komisioner B DPRD Surabaya, di Surabaya, Senin.

Menurutnya, di tengah pekerjaan yang tidak profesional, pimpinan PDTS KBS harus segera membenahi dan memperbaiki diri.

Dia mengatakan, kematian anak sapi Dumbo itu diduga karena kelalaian manajemen KBS. Hal ini, lanjutnya, karena ada informasi Dumbo jatuh sakit hingga meninggal dunia, pimpinan tidak berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (BBKSDA).

“Kami akan memanggil manajemen KBS PDTS untuk mengumumkan kematian Dumbo. Jika terbukti melakukan kelalaian, harus mendapat sanksi sehingga menjadi pelajaran agar tidak terulang kembali,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden PDTS KBS Hoirul Anwar mengkonfirmasi kematian bayi gajah tersebut di KBS setelah konfirmasi melalui Whatsapp.

Namun, dia belum mau menjelaskan penyebab kematian anak gajah tersebut.

“Ya, Pak, tepatnya, kami sedang menunggu hasil otopsi dan laboratorium. Nanti kami publikasikan,” kata Hoirul Anwar singkat.

Dumbo adalah gajah jantan sumatera yang lahir pada 22 Juli 2019. Dumbo lahir normal dengan berat 122 kilogram, tinggi 88 sentimeter, dan lingkar dada 118 sentimeter.

Saat itu Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan cucunya melihat seekor gajah kecil yang baru berumur tujuh hari.

Nama Dumbo diberikan oleh Gwen, cucu Rysma. Gajah tersebut merupakan hasil perkawinan gajah yang bernama Lembang dengan induknya yang bernama Doa.

Artikel sebelumyaPuluhan gazebo pantai di sepanjang Gunung Kidul rusak diterjang angin
Artikel berikutnya14 Spesies Tikus Baru Ditemukan di Sulawesi