Beranda Warganet Sebuah kafe di Palu didenda Rs 2 juta karena dibuka setelah jam...

Sebuah kafe di Palu didenda Rs 2 juta karena dibuka setelah jam 9 malam.

yang ada langsung bubar

Palu (ANTARA) – Tim Investigasi COVID-19 Pemerintah Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulawesi) mengenakan denda Rp 2 juta untuk kafe dan restoran kota yang ditemukan buka setelah pukul 21:00.

Denda tersebut dijatuhkan oleh Tim Operasi Keadilan saat melakukan patroli sebagai bagian dari surat edaran Walikota Palu Micro 3 mulai tahun 2021 pembatasan kegiatan usaha hingga pukul 21.00 dalam rangka pencegahan penularan dan penyebaran COVID-19 pada hari Jumat. malam.

“Denda itu dijatuhkan karena tim operasi pengadilan menemukan bahwa bisnis masih beroperasi dan pengunjung masih ada di sana setelah jam 9 malam. Para pengunjung yang ada di sana langsung membubarkan diri,” kata Kepala Bagian Orientasi Masyarakat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palu, Max Hertok Dujoh di Palu, Sabtu.

Ia menjelaskan, denda Rp 2 juta dikenakan kepada pengelola restoran Pizza Hut dan Cofee Zone yang terletak di Jalan Amy Saelan, Kecamatan Palu Selatan.

“Langkah-langkah tegas terus dilakukan agar kebijakan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk penanganan kasus COVID-19 di Palu berjalan optimal dan efektif,” katanya.

Sebelumnya, kelompok hukum administrasi telah mengirim, mendistribusikan dan mendistribusikan surat edaran Walikota Palu ke semua kafe, restoran, kafe, bisnis restoran dan sejenisnya sejak beberapa minggu lalu, katanya.

“Jika kami menemukan pelanggaran lagi, izin usaha akan dicabut sementara,” katanya.

Max mengatakan langkah itu diambil sebagai upaya menekan penyebaran COVID-19 dan semata-mata untuk menyelamatkan warga ibu kota provinsi Sulawesi Tengah dari ancaman infeksi COVID-19.

Apalagi, jumlah kasus COVID-19 di Kota Palu semakin meningkat. Ketaatan warga terhadap protokol kesehatan (prokes) sangat penting untuk memutus mata rantai penularan dan penyebaran virus,” ujarnya.

Selain itu, menurut Max, uang denda tersebut langsung disetorkan ke kas daerah Kota Palu.

Artikel sebelumyaPresiden sedang mempertimbangkan vaksinasi massal TNI-Polri sekaligus di seluruh Indonesia.
Artikel berikutnyaMemindahkan jenazah penderita COVID-19 ke Jakarta Utara sulit