Beranda News Satgas Pamtas RI-Timor Leste memotivasi mahasiswa untuk memulai pertemuan tatap muka

Satgas Pamtas RI-Timor Leste memotivasi mahasiswa untuk memulai pertemuan tatap muka

Kami mengerahkan staf di SD Tasinifu sebagai dukungan untuk memotivasi para guru.

Kupang (ANTARA) – Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Timor Leste (Satgas Pamtas) menurunkan staf untuk memotivasi siswa SD Katolik Tasinifu, Kabupaten Timor Tengah Utara, untuk memulai kegiatan belajar tatap muka.

“Kami mengirimkan staf ke SD Tasinifu untuk membantu para pendidik memotivasi dan mengobarkan kembali semangat belajar siswa setelah sekian lama tidak bersekolah akibat pandemi COVID-19,” ujarnya. Ketua Satgas Elbinose Pos Sektor Pamtas Barat, Timor Leste, Yonarmed, 6/3 Kostrad Serka Lazalia, usai dikonfirmasi dari Kupang, Sabtu.

Ia mengatakan hal itu berkat dukungan Satgas Pamtas RI-Timor Leste atas terciptanya sekolah tatap muka, yang mulai beroperasi di wilayah perbatasan negara di tengah pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung.

Lazalia mengatakan pihaknya mengirimkan staf ke sekolah tatap muka sebagai dukungan untuk merangsang semangat belajar siswa di Indonesia.

“Staf kami mengajak mahasiswa untuk kembali bersenang-senang setelah lama belajar di rumah akibat pandemi,” ujarnya.

Pada saat yang sama, kata dia, pihaknya mengingatkan protokol kesehatan harus dipatuhi agar tidak menimbulkan klaster baru penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah.

“Pendidikan tatap muka ini sudah lama ditunggu-tunggu oleh siswa dan guru, namun penting diperhatikan protokol kesehatan harus dipatuhi oleh setiap orang saat berada di dalam maupun di luar lingkungan sekolah,” ujarnya.

Ia juga meminta para guru atau guru di sekolah untuk terus memantau program kemajuan siswa untuk memastikan tidak ada ruang penyebaran COVID-19 di lingkungan sekolah.

“Kami berharap sekolah yang sudah mulai bekerja tatap muka tidak menjadi klaster baru Covid-19 hanya karena tidak mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Artikel sebelumyaMahasiswa UMM hadir "membentuk" untuk perawatan anak berkebutuhan khusus
Artikel berikutnyaJuru bicara DPR mengatakan memiliki identitas Indonesia tidak berarti menentang orang asing