Beranda Warganet SAPDA Merilis Panduan Informasi Ramah Disabilitas

SAPDA Merilis Panduan Informasi Ramah Disabilitas

Yogyakarta (ANTARA) – Berbagai hambatan yang dihadapi penyandang disabilitas dalam mengakses informasi mendorong Pusat Pemajuan Hak Perempuan Penyandang Disabilitas (SAPDA) mengeluarkan Pedoman Disabilitas yang dapat digunakan oleh media informasi, pemerintah, sektor swasta, dan pembuat konten.

“Dengan panduan ini, kami ingin memberikan kemudahan akses ke semua media yang ada bagi penyandang disabilitas agar informasi yang disampaikan dapat diterima dan dipahami,” kata Direktur SAPDA Nurul Saada Andriani di Yogyakarta, Kamis.

Ia berharap media guide dan contoh yang mudah diakses oleh penyandang disabilitas ini dapat menjadi bahan referensi bagi produsen media, pemerintah, dan swasta dalam menjangkau khalayak penyandang disabilitas.

Di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, penyandang disabilitas juga membutuhkan akses informasi yang akurat tentang perang melawan COVID-19, serta program pemberdayaan masyarakat dan pemulihan ekonomi pemerintah.

Penerbitan buku pegangan tentang penyediaan informasi yang nyaman bagi penyandang disabilitas adalah bagian dari proyek ACTION atau Warga yang aktif membangun solidaritas dan ketahanan dalam menanggapi COVID-19.

Buku tersebut memuat langkah-langkah membuat materi atau media yang mudah diakses oleh penyandang disabilitas, berupa video, infografis, poster, dokumen, dan presentasi.

Ini juga menjelaskan cara mendistribusikan konten melalui media sosial, aplikasi perpesanan, dan situs web.

“Kami melihat produsen media menghadapi tantangan untuk mencari cara yang tepat dalam menyampaikan informasi kepada penyandang disabilitas,” kata Nurul.

Ia menyatakan bahwa sampai saat ini pengetahuan dan keterampilan yang terbatas telah menghalangi produsen media untuk membuat atau mengadaptasi jenis media untuk memenuhi beragam kebutuhan penyandang disabilitas.

“Kadang-kadang bahkan produser media tidak memiliki pemahaman yang memadai tentang keberadaan anggota komunitas difabel,” katanya.

Selain SAPDA, Institut KAPAL Perempuan dan Pusat Inisiatif Pembangunan Strategis Indonesia (CISDI) juga telah berkontribusi dalam pembuatan Buku Pegangan untuk Informasi Ramah Penyandang Disabilitas.

Program Manager ACTION-CISDI Sitra Kusuma mengatakan menyampaikan informasi yang tepat sangat penting dalam komunikasi.

“Dengan media yang dapat diakses oleh semua orang, termasuk kelompok rentan dan penyandang disabilitas, mereka akan tahu apa yang harus dilakukan untuk melindungi diri dan keluarganya, terutama di masa pandemi,” katanya.

Artikel sebelumyaWarga Batam yang diduga mendapat dua dosis vaksin sekaligus meninggal dunia
Artikel berikutnyaBalikpapan Penyebab Kasus COVID-19 Terbanyak di Kaltim