Beranda Trending Rian D’Masiv: Adegan tanpa penonton – seperti sayuran tanpa garam

Rian D’Masiv: Adegan tanpa penonton – seperti sayuran tanpa garam

Saya suka merinding ketika saya mendengar penonton bernyanyi

Jakarta (ANTARA) – Meski masih menampilkan musik virtual di beberapa acara, vokalis D’Masiv Rian Ekki Pradeepta mengakui tampil live di depan penonton tetap yang terbaik.

“Saat pandemi WL kami masih mengadakan konser. Hanya saja konsernya masih virtual, ini acara internal perusahaan, tapi hanya 30 orang yang menontonnya, hanya top management saja. Jaga jarak,” jelas Rhian saat dihubungi. DI ANTARA, Selasa.

“Sebenarnya seperti sayur tanpa garam. on line dan offline). Biasanya kami menonton puluhan ribu orang dan menyanyikan lagu kami. Terkadang kita suka merinding saat mendengar penonton bernyanyi. Ini seperti kekurangan atmosfer di atas panggung. Akan lebih menyenangkan jika ada penonton,” lanjutnya.

Persiapan album

Namun, Rhian mengatakan pandemi COVID-19 tetap memberi pelajaran bagi D’Maciv. Pasalnya dengan adanya pandemi COVID-19, Rhian mengaku memiliki waktu lebih banyak untuk mempersiapkan album baru.

“Kami sedang merekam album ketujuh kami sekarang, kan. Jadi hal yang sangat positif adalah kami punya waktu untuk merilis album. Karena ketika kita sedang tur terkadang kita lelah, kan. Jadi seperti menulis lagu. kata Rian.

Selain itu, Rhian mengungkapkan bahwa D’Masiv berencana merilis album ketujuh pada Februari 2022. Namun, sejauh ini D’Masiv telah merilis beberapa Satu yang merupakan bagian dari album.

“Targetnya Februari 2022 ya. Tapi kami mengumumkannya ke publik. lajang pertama. Seperti kemarin, kami baru saja merilis Time for a response. Kami baru saja merilis klip video seminggu yang lalu. Dirilis pada bulan November Satu lagi,” kata Rian.

Selain itu, Rhian juga mengungkapkan bahwa D’Masiv berencana menggelar konser lagi. Namun dia belum bisa memastikan tanggal pasti konser tersebut. Namun, Rhian berharap jika konser D’Masiv digelar, mereka mampu menarik banyak penggemar.

“Akhirnya Januari 2020 kita juga konser di The Pallas. Kami punya waktu untuk melakukan konser berbayar dan banyak orang menontonnya. Jadi setelah itu kita bisa berbuat lebih banyak. Apalagi kita semua merindukan musik, bukan? acara yang sama,” tutup Rhian.

Artikel sebelumyaKLHK: Pengelolaan hutan di APL harus mengutamakan perlindungan
Artikel berikutnyaMenyelamatkan paru-paru dunia, suara Kerinci-Seblat