Beranda Warganet Rektor mengatakan jumlah mahasiswa baru di PTS turun 30 persen akibat pandemi.

Rektor mengatakan jumlah mahasiswa baru di PTS turun 30 persen akibat pandemi.

PTS memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berlomba-lomba mencari PTN

Jakarta (ANTARA) – Rektor Universitas Yarsi Profesor Fasli Jalal mengatakan, pandemi COVID-19 telah menyebabkan penurunan jumlah mahasiswa baru di perguruan tinggi swasta (PTS) di Tanah Air hingga 30 persen.

“Penurunan jumlah mahasiswa baru di PTS sangat jelas dirasakan dan berdampak pada penurunan dari 20 menjadi 30 persen. “Ini gangguan yang sangat serius dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi yang berkualitas,” kata Fasley saat webinar “Memilih Ujian PTN Mandiri, Masuk PTS Bising, Retorika atau Realita?” pemantauan di Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan, penurunan jumlah peminat penasun menghambat pengenalan pendidikan tinggi. Namun, ia berharap 3.044 perguruan tinggi swasta di Tanah Air bisa bertahan.

Menurutnya, diperlukan upaya untuk mencari kebaikan bersama dan dukungan dari negara, yang benar-benar menawarkan solusi bagi kelangsungan perguruan tinggi swasta.

Dalam hal ini, Fasley meminta agar perguruan tinggi negeri (PTN) transparan dalam memberikan data penerimaan mahasiswa baru setiap tahunnya, dan jadwal seleksi harus mendekati kesepakatan. Dengan begitu, PTS dapat menentukan tahapan penerimaan mahasiswa baru.

“Sementara di swasta kita menunggu selesainya masuk PTS. Hanya segelintir kampus swasta yang tidak memperdulikan penerimaan mahasiswa baru PTN. Terutama perguruan tinggi swasta swasta yang merupakan bagian dari kelompok perguruan tinggi swasta elit,” imbuhnya.

Sementara itu, sebagian besar PTS di Tanah Air kesulitan bersaing langsung dengan PTS dan lebih memilih menunggu pendaftar PTS dalam jumlah banyak.

“Sebagian besar perguruan tinggi swasta memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk bersaing dalam pencarian PTN dan menunggu hasil seleksi tujuan mahasiswa baru di PTN untuk diselesaikan,” jelasnya.

Ketua Umum Persatuan Perguruan Tinggi Indonesia (Apperti), Profesor Jurnalis Uddin, meminta pemerintah mempermudah perguruan tinggi swasta untuk memiliki sistem perpajakan yang lebih berkeadilan.

“Misalnya Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bisa diturunkan dari 10 persen menjadi 5 persen,” kata wartawan.

Wartawan menjelaskan bahwa pandemi menyulitkan sebagian besar universitas swasta untuk beroperasi karena banyak siswa tidak mampu membayar uang sekolah mereka, mengakibatkan penurunan mahasiswa baru, mempengaruhi operasi PTS.

“Di sisi lain, banyak PTN yang menerima mahasiswa baru melalui seleksi mandiri,” kata wartawan.

Wartawan berharap PTS tidak lagi bersaing dengan PTS dalam merekrut mahasiswa baru melalui seleksi mandiri. Perguruan tinggi negeri harus fokus menerima mahasiswa baru hanya di tingkat master dan doktoral.

Artikel sebelumyaIDAI: Ibu dengan COVID-19 Masih Bisa Menyusui Bayinya
Artikel berikutnyaSandra Devi mencoba memikat suaminya setiap hari