Beranda Warganet Ratusan warga mengungsi akibat banjir di Pulau Buru

Ratusan warga mengungsi akibat banjir di Pulau Buru

Ambon (ANTARA) – Ratusan warga di sejumlah desa di Kecamatan Fena Leisela dan Lolongguba, Kabupaten Buru, Maluku mengungsi akibat banjir yang melanda kawasan itu sejak Kamis (16 September) 2021.

“Menurut laporan Sekda Kabupaten Buru, sejumlah infrastruktur rusak akibat banjir dan ratusan rumah terendam,” kata Abdul Muhari, Pj Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB melalui Instagram-nya. rekening, Jumat.

Pasca banjir, jembatan penghubung kedua desa tersebut rusak parah di wilayah Kabupaten Buru.

Hingga saat ini, BPBD dan instansi terkait di Kabupaten Buru telah memverifikasi kerusakan dan meminta perbaikan segera. Peristiwa banjir terjadi pada Kamis sore (16 September) sekitar pukul 17.00 WIB.

Menyusul banjir, Sekda Buru langsung mendatangi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Buru untuk memperbaiki jembatan tersebut.

Infrastruktur kritis yang rusak parah adalah penghubung antara Desa Vaelana dan Desa Sileva Prep.

Hujan deras menyebabkan Sungai Vägeren banjir dan sungai mengalir deras. Berdasarkan kajian cepat, BPBD Kabupaten Buru merekomendasikan normalisasi sungai ini.

Banjir dengan ketinggian air 70 cm melanda lima desa yang berada di dua kecamatan, yakni kecamatan Fena Leisela dan Kecamatan Lolong Guba.

Kelima desa tersebut antara lain desa Vaelana Lana, desa persiapan Sileva dan Vamlana Baru di daerah Fena Leisela, serta desa Vaegeren dan Vaibolen di daerah Lolongub.

BPBD melaporkan bahwa 237 keluarga mengungsi ke lokasi aman seperti kantor desa Vamlan dan mushola setempat.

Petugas BPBD membantu warga mengungsi dengan perahu karet ke tempat yang aman.

Selain berdampak pada warga, banjir juga menggenangi 364 rumah, merusak pipa air dan membanjiri 6 kendaraan warga. Pihaknya masih memperbaharui data di lapangan.

Pemerintah setempat melalui BPBD Kabupaten Buru berkoordinasi dengan perangkat desa setempat, serta Babinsa dan Babinkamtibmas di Kecamatan Fena Leisela dan Lolong Guba.

Selain koordinasi, BPBD Kabupaten Buru menyalurkan bantuan logistik berupa 500 kg beras dan 50 dus mi instan kepada warga terdampak di Desa Waelana Lana dan Silewa Sediaan.

Kemudian barang serupa, 250 kg beras dan 70 dus mi instan, diantar ke Desa Wamana Baru. Sementara di Desa Vgeren, masyarakat menerima 150 kg beras dan 30 dus mi instan.

Dinas Sosial Kabupaten Buru juga memberikan bantuan berupa 600 kg beras, 25 selimut dan sembilan terpal untuk warga Desa Wamana Baru.

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, hujan ringan di wilayah Fen Leisela dan Lolong Guba masih berpotensi terjadi pada hari ini (17 September) dan besok (18 September).
Sementara menurut pantauan InARISK, setidaknya ada 10 kecamatan yang berpotensi banjir sedang hingga tinggi. Dua wilayah terdampak termasuk dalam wilayah dengan potensi tersebut.

Selain berpotensi banjir, kawasan Fena Leisela dan Lolong Guba juga berpotensi rawan longsor dengan kategori yang sama.

Menyikapi musim hujan yang sudah dimulai pada September 2021, masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan siaga terhadap potensi bahaya hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang.

Kesiapsiagaan dan kerjasama antar masyarakat di wilayah hulu dan hilir sangat berguna dalam mengkomunikasikan status curah hujan atau apakah kondisi tanahnya tergolong retak atau tidak.

Artikel sebelumyaKopi Liberica, penyelamat mutiara hitam rumput
Artikel berikutnya10 kelurahan di Kota Kupang-NTT masih zona merah COVID-19