Beranda Hukum Putra Bupati Bandung Barat Non Aktif, Langsung Diadili Dalam Kasus Bansos

Putra Bupati Bandung Barat Non Aktif, Langsung Diadili Dalam Kasus Bansos

Jakarta (ANTARA) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menyerahkan barang bukti dan tersangka Andri Vibawa (AW) ke kejaksaan dalam kasus dugaan korupsi pemberian bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Bandung Barat untuk segera diadili.

Andri adalah anggota swasta yang juga merupakan putra dari Bupati Bandung Barat Aa Umbar Sutisna (AUM) yang tertidur.

“Hari ini tahap kedua (penyajian tersangka dan barang bukti) tersangka AW dilakukan tim penyidik ​​di depan rombongan JPU (Kejaksaan Agung), sejak hasil kajian bahan perkara dinyatakan selesai, “Kata akting. Juru bicara PKC Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Penahanan lanjutan Andri oleh tim kejaksaan kembali dilakukan mulai 6 Agustus 2021 hingga 25 Agustus 2021 di Rutan PKC, Situs C1, yang terletak di gedung Pusat Pendidikan Antikorupsi PKC Jakarta.

“Tim kejaksaan memiliki waktu 14 hari kerja untuk mempersiapkan dakwaan dan membawa kasus ini ke Pengadilan Tipikor. Sidang akan berlangsung di Pengadilan Tipikor PN Bandung,” kata Ali.

Andri bersama Aa Umbara dan M. Totoh Gunawan (MTG) selaku pemilik PT Jagat Dirgantara (JDG) dan CV Sentral Vegetable Garden City Lembang (SSGCL), telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang kebutuhan darurat. untuk COVID. Pandemi -19 di Dinas Sosial Bandung Barat. 2020.

Dalam pembuatan kasus dimaksud pada Maret 2020 sehubungan dengan pandemi COVID-19, Pemerintah Daerah Bandung Barat mengalokasikan sejumlah dana untuk memerangi pandemi COVID-19, dengan melakukan reorientasi anggaran APBD 2020 ke belanja darurat (BTT).

Menggunakan bendera CV Jayakusuma Cipta Mandiri (JCM) dan CV Satria Jakatamilung (SJ), Andri menerima paket pekerjaan senilai Rp 36 miliar untuk pembelian paket sembako untuk Jaringan Jaminan Sosial (Bansos JPS). …

Sementara itu, M Totoh menggunakan PT JDG dan CV SSGCL mendapatkan paket kerja senilai Rp 15,8 miliar untuk pembelian sembako Bantuan Sosial JPS dan Bantuan Sosial Terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (Bansos PSBB).

Diduga dari pembelian tersebut, Aa Umbara menerima uang sekitar Rp 1 miliar yang sumbernya dialokasikan oleh M. Totoh dari harga paket makanan yang ditempel stiker bergambar Aa Umbara. untuk dibagikan kepada orang-orang. Kabupaten Bandung Barat.

Sementara itu, M Totoh diduga meraup untung sekitar Rp 2 miliar, dan Andri juga diduga meraup untung sekitar Rp 2,7 miliar.

Selain itu, Aa Umbara juga diduga menerima tip dari berbagai dinas Pemkab Bandung Barat dan perseorangan yang mengerjakan berbagai proyek di Kabupaten Bandung Barat senilai sekitar Rp 1 miliar.

Artikel sebelumyaVaksinasi massal dilakukan di Kalimantan Tengah dalam rangka HUT ke-76 Republik Ingushetia
Artikel berikutnyaMaaruf Amin: Habib Saggaf Sosok Aktif Dalam Khotbah