Beranda News Puskapol UI Rekomendasikan Transparansi Nilai Seleksi Anggota KPU-Bawaslu

Puskapol UI Rekomendasikan Transparansi Nilai Seleksi Anggota KPU-Bawaslu

Jakarta (ANTARA) – Peneliti Harlitus Berniavan Telaumbanua, Peneliti Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (UI) (Puskapol), mengundang Panel Seleksi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk memastikan transparansi Tahap ketiga evaluasi penyaringan.

“Idealnya masyarakat bisa mengakses asesmen itu misalnya di tahap II itu asesmen CAT apa, asesmen psikologisnya apa dan dokumennya. Jika tidak bisa disosialisasikan, setidaknya pada tahap III, setiap peserta bisa mengetahui hasil yang didapat,” saran Harlitus Berniavan Telaumbanua.

Usulan ini disampaikan kepada Beni, sapaan akrab Harlitus Berniavan Telaumbanua, saat berbicara dalam komentar publik “Menilai Tahap 2 dan Meneliti 48 Nama” yang disiarkan langsung di kanal YouTube Puskapol FISIP UI, disaksikan dari Jakarta, Sabtu …

Selain itu, lanjutnya, kelompok seleksi juga perlu membeberkan latar belakang peserta yang lolos seleksi tahap kedua calon anggota CPU dan Bavaslu periode 2022-2025.

Langkah ini, lanjut Beni, bisa memberikan kesempatan kepada publik untuk melakukan pelacakan atau melacak rekam jejak peserta.

Kemudian, kelompok seleksi juga disarankan untuk memperhatikan sebaran peserta pada tahapan psikotes mendalam (group dynamics) yang dijadwalkan 9-11 Desember 2021.

“Tim seleksi yang mengetahui latar belakang peserta harus memperhatikan pembagian kelompok untuk menciptakan kesatuan kelompok yang dinamis,” saran Beni.

Menurut Beni, penyisihan grup harus merata di antara anggota grup. Kelompok seleksi tidak boleh mengelompokkan peserta dengan pendidikan tinggi atau pengalaman kerja yang sama ke dalam satu kelompok.

Ia juga menambahkan saran lain agar pertanyaan wawancara yang akan berlangsung pada 28-30 Desember 2021 tidak bias gender.

“Artinya pertanyaan yang diajukan benar-benar menggali kapabilitas dan kompetensi masing-masing kandidat. Tidak ada isu yang dianggap gender,” kata Beni.

Artikel sebelumyaGugus Tugas COVID-19 Bogor Siaga Ganjil Genap Jelang Natal dan Tahun Baru
Artikel berikutnyaPolda NTB Umumkan Pemenang Lomba Pembicara Piala Kapolri Tahun 2021