Beranda Nusantara Pusat TNBTS meminta masyarakat waspada pasca erupsi Semeru

Pusat TNBTS meminta masyarakat waspada pasca erupsi Semeru

Masyarakat, terutama yang dekat dengan sungai, diminta berhati-hati.

Malang, Jawa Timur (ANTARA) – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) meminta masyarakat tetap waspada menyusul peningkatan aktivitas di Gunung Semeru, disertai turunnya awan panas dan hujan abu vulkanik.

Kepala Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Humas TNBTS, Sarif Hidayat, setelah dikonfirmasi di Malang, Jawa Timur, Sabtu, mengatakan berdasarkan laporan awal, berasal dari gunung tertinggi di Pulau Jawa.

“Awan panas turun dan masyarakat di bawah (Gunung Semeru) diminta waspada,” kata Sarif.

Sarif menambahkan, masyarakat terutama yang tinggal di daerah atau daerah yang berbatasan dengan aliran sungai diminta untuk berhati-hati dan waspada. Gunung Semeru dilaporkan meletus dan mengeluarkan asap tebal berwarna abu-abu.

“Masyarakat khususnya yang berada di bantaran sungai diminta untuk berhati-hati dan waspada,” kata Sarif.

Gunung Semeru yang berada pada ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut dilaporkan mengalami peningkatan aktivitas disertai awan panas longsor dan hujan abu vulkanik sekitar pukul 15.00 WIB.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanik dengan awan panas jatuh ke arah Besuk-Kobokan, Kawasan Pronojivo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, sekitar pukul 15.20 WIB.

Kronologis kejadian terpantau dari Observatorium Gunungapi Semeru (PPGA) Stasiun Gunung Savur, getaran banjir lahar atau guguran awan panas tercatat mulai pukul 14.47 WIB dengan amplitudo maksimal 20 milimeter.

Pada pukul 15.10 WIB, PPGA Pos Gunung Sawur kemudian secara visual melaporkan bahwa abu vulkanik dari guguran awan panas sangat jelas terlihat ke arah Besuk Kobokan dan berbau belerang. Selain itu, rekaman visual dari beberapa lokasi juga gelap akibat kabut abu vulkanik.

Menurut catatan yang disusun oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), longsoran lahar panas teramati pada jarak sekitar 500-800 meter, dan pusat longsoran berada sekitar 500 meter di bawah kawah.

Artikel sebelumyaPBNU akan menggelar rapat gabungan untuk menentukan jadwal kongres
Artikel berikutnyaGunung Semeru meletus, berdampak pada satu wilayah