Beranda Warganet Pusat Bahasa menyusun kamus untuk pelajar bahasa Bali.

Pusat Bahasa menyusun kamus untuk pelajar bahasa Bali.

membantu siswa mempelajari kosakata baru

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Bahasa Bali menyusun kamus untuk pembelajar bahasa Bali.

“Sebagai bagian dari persiapan kamus siswa bahasa Bali-Indonesia, pekerjaan sedang dilakukan untuk mempelajari kosakata bahasa Bali yang digunakan dalam buku teks bahasa Bali untuk sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah pertama. Selain itu, kosakata juga dikumpulkan dari cerita anak-anak dan cerita dalam bahasa Bali,” kata Kepala Pusat Bahasa Bali Toha Mahsum dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.

Penyusunan kamus dirancang untuk membantu pembelajar bahasa, baik ketika mereka ingin memahami ucapan atau teks (aspek reseptif), dan mengungkapkan pikiran secara lisan atau tertulis (aspek produktif). Kedua aspek ini diperhitungkan ketika menyusun kosakata siswa.

“Secara umum penyusunan kosakata bahasa Bali-Indonesia siswa dapat dijadikan sebagai daftar referensi yang paling tidak menjelaskan arti kosakata tersebut. Secara khusus, penyusunan kosakata bahasa Bali-Indonesia siswa berguna untuk membantu siswa dalam mengenal kosakata baru khususnya bahasa Bali. -kosa kata bahasa Indonesia. “, – tambahnya.

Proses persiapan diawali dengan penyusunan proposal, dilanjutkan dengan penilaian pada tanggal 24 Maret untuk Kabupaten Tabanan dan pada tanggal 25 Maret untuk Kabupaten Badung. Setelah penilaian, Balai Bahasa Provinsi Bali mulai mengumpulkan data di Kabupaten Badung dan Kabupaten Tabanan.

Setelah data terkumpul, tim analis mengklasifikasikan data yang terkumpul kemudian menentukannya. Tahap terakhir adalah tahap pelaporan setelah melakukan perubahan yang diperlukan sebelumnya.

Pelatihan dilakukan oleh sekelompok analis kata dan istilah yang ditunjuk oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali serta seorang guru SD Bali.

“Kami berhasil menyusun kamus siswa Bali-Indonesia di tingkat pemula,” jelasnya.

Artikel sebelumyaPanglima TNI ingatkan siap menghadapi gelombang ketiga COVID-19
Artikel berikutnyaMenko PMK: Lulusan Perguruan Tinggi Diharapkan Ciptakan Lapangan Kerja