Beranda Nusantara Puluhan kapal nelayan di Pantai Jayanti rusak diterjang ombak

Puluhan kapal nelayan di Pantai Jayanti rusak diterjang ombak

Chianjur (ANTARA) – Gelombang tinggi merusak puluhan perahu nelayan di Pantai Jayanti, kawasan Chidaun, Chandzhur, Jawa Barat, sehingga nelayan terpaksa turun dari perahunya untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, bahkan gelombang merusak dinding pemecah gelombang.

Ivan, 42, seorang nelayan di Pantai Jayanti pada Selasa di Chianjur mengatakan gelombang tinggi yang melanda pantai selatan telah terjadi dalam dua minggu terakhir, merusak 20 perahu nelayan yang ditambatkan di dermaga dan pantai. Akibatnya, nelayan tidak bisa melaut, meski hanya di darat, karena risiko melaut bisa mengancam jiwa.

“Kalau bukan karena ditarik ke darat, mungkin lebih dari 20 perahu rusak, karena tinggi gelombang bisa mencapai 10 meter. Ombak juga merusak dinding pemecah gelombang yang membentang di sepanjang dermaga,” ujarnya.

Dia menjelaskan, gelombang tinggi dan cuaca ekstrem menyebabkan 400 nelayan di pantai itu untuk sementara tidak melaut karena risiko tinggi. Namun, sebagian kecil dari mereka yang mengandalkan pencarian dari laut memilih untuk tetap masuk ke perairan yang lebih tenang di wilayah Garut Selatan.

Meski hasil tangkapan cukup menjanjikan sejak bulan lalu, ditambah harga ikan yang cukup tinggi, namun tidak sebanding dengan resiko yang harus ditanggung, sehingga lebih banyak nelayan yang menurunkan perahunya daripada melaut. Kebanyakan orang memilih untuk memperbaiki perahu saat tidak di laut.

“Ada juga yang melaut, namun di wilayah Garut Selatan ombaknya tidak sekuat di selatan Chandzhur. Sampai melaut, kami hanya mengandalkan pendapatan nelayan dari “Hingga saat ini para nelayan di Pantai Jayanti tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah,” katanya.

Maka Ivan dan ratusan nelayan di pesisir selatan Chandzhur berharap bisa menarik perhatian, begitu pula warga lainnya yang selalu mencari bantuan. Bahkan sebagai nelayan selama 30 tahun terakhir, dia dan nelayan lain di Pantai Jayanti belum mendaftarkan kartu nelayan.

Sementara itu, Bupati Chandzhur Herman Suherman mengatakan, pihaknya telah menyiapkan berbagai program untuk membantu para nelayan di pesisir selatan Chandzhur, seperti mendirikan koperasi dan melatih para nelayan agar bisa mendapatkan penghasilan saat tidak melaut.

“Kami telah menyiapkan berbagai program, termasuk untuk meningkatkan perekonomian para nelayan yang kehilangan pekerjaan saat cuaca ekstrem atau kelaparan ikan. Kami akan melatih keluarga nelayan dalam beternak ikan, udang, dan hasil laut lainnya,” kata Herman.

Artikel sebelumyaPolres Jambi menggeledah dan menyita komputer Disdukcapil terkait kasus e-KTP
Artikel berikutnyaWakil Bupati Seranga mengatakan Pilkada serentak akan berangkat karena PPKM