Beranda Warganet Puluhan ABK yang belum diketahui nasibnya pasca kebakaran KM Hentri

Puluhan ABK yang belum diketahui nasibnya pasca kebakaran KM Hentri

Ambon (ANTARA) – Badan SAR Ambon Basarnas, Maluku, mengakui ada puluhan awak KM Hentri yang belum diketahui nasibnya saat kapal terbakar lima hari lalu di perairan Tanimbar. Kepulauan, Maluku.

“Hari ini kami baru menerima laporan kebakaran kapal penangkap ikan cumi-cumi di perairan Kepulauan Tanimbar,” kata Kepala Badan Pencarian dan Penyelamatan Basarnas Ambon, Mustari di Ambon, Kamis pagi.

Menurut dia, berdasarkan hasil kesepakatan dengan kantor pos SAR di Tual, diketahui sejauh ini baru lima awak yang ditemukan selamat, dua lagi meninggal, dan nasib 25 awak lainnya. anggota tidak diketahui.

Kantor Basarnas Ambon baru saja menerima informasi dari anggota KP3 Tual Frangky bahwa telah terjadi kebakaran di kapal penangkap ikan cumi-cumi yang membawa 32 orang di perairan antara Pulau Molu, Kepulauan Yamdena di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

KM Hentri dikabarkan berangkat dari Pelabuhan Muara Angke di Jakarta pada 15 Agustus 2021 di Merauke, Provinsi Papua.

Selama pelayaran dan masuk ke perairan Kepulauan Tanimbar pada jarak sekitar 50 mil laut antara perairan Kepulauan Maluku tenggara dan Kepulauan Tanimbar, gelombang setinggi 3 meter menghantam kapal.

Akibatnya kapal mengalami goncangan yang kuat, dan pada tanggal 3 September 2021 sekitar pukul 05.00 waktu setempat, muncul asap hitam tebal dari dalam kapal disertai kobaran api.

KM Hentri selamat dari kebakaran hebat ketika kru mencoba melarikan diri dengan melompat ke dalam air.

“Dalam kejadian ini, menurut informasi, dua awak tewas, terjebak di kapal, lima awak selamat, dan 25 awak lainnya dilaporkan hilang,” kata Mustari.

Mendapat informasi, Basarnas Ambon berkoordinasi dengan SROP Ambon untuk membantu MAPEL dengan informasi kecelakaan KM Hentry dengan kapal yang melintasi perairan Kepulauan Tanimbar dan Maluku Tenggara.

Pukul 12.35 WIB, kapal Ambon Basarnas berkoordinasi dengan Posko SAR Tual terkait kondisi cuaca ekstrem yang terjadi di perairan Maluku Tenggara dan sekitarnya.

Basarnas Ambon juga berkoordinasi dengan Lantamal IX Ambon dan Guspurla Ambon terkait KRI Layar yang berpatroli sementara di perairan Kepulauan Aru.

Koordinator SAR Tual juga telah berkoordinasi dengan Dandim 1503 Tual terkait upaya pengerahan elemen masyarakat untuk operasi SAR, namun kondisi saat ini menghambat pergerakan target SAR potensial karena kondisi cuaca ekstrim di laut.

Informasi yang diperoleh Basarnas Ambon, saat KM Hentri terbakar, sebanyak 30 ABK melompat ke dalam air dan hanyut terbawa arus sekitar 20 mil dari Pulau Molu.

Kemudian, pada 6 September 2021, sekitar pukul 13.00 WIB, lima ABK berhasil ditemukan kapal bermotor Fish Egg Search dari Pulau Tanimbar dan mereka selamat.

Kelima ABK tersebut kemudian dievakuasi ke Desa Bulan di Pulau Tanimbar untuk mendapatkan pertolongan medis.

Menurut salah satu korban selamat, 30 awak kapal melompat ke air dan berenang menjauh dari kapal yang terbakar, namun karena ombak tinggi mereka berpisah dan menghilang.

Di bawah ini adalah daftar nama kru KM Hentri, antara lain Ardian Rahman dari Sukabumi (Selamat), Sikun, Adam Fauzan (Sukabumi), Angga Framudya dari Sukabumi (Selamat), Reza Randi (Jakarta), Imron (Jakarta), Maman (Sukabumi) , Sukhendar (Sukabumi) dan Indra (Sukabumi).

Kemudian ada ABK bernama Hengki dari Palembang (selamat), Asep Suryana (Sukabumi) dalam keadaan aman, Wawan (Jakarta), Angga (Jakarta), Lasari dari Ambon (selamat).

Kemudian ada ABK bernama Adam, Suparman, Yusuf, Andri, Salim, Damar, Didin, Arifin, Ade Setiyavan dan Heru yang juga berasal dari Sukabumi yang belum diketahui nasibnya.

Sedangkan ABK asal Jakarta yang masih hilang adalah Agus, Saputra, Akmal dan Putra, ada juga ABK bernama Tomi, Anggi (Chandzhur), Bayu (Jawa Timur).

Data cuaca yang diperoleh saat ini disajikan sebagai hujan ringan dengan kecepatan angin 8-25 knot dari timur ke tenggara dan tinggi gelombang berkisar antara 2,5 hingga 4,0 meter.

“Operasi pencarian dan penyelamatan akan dilakukan pagi ini dengan melibatkan Basarnas (Pos SAR Tual), Lantamal IX Ambon, Guspurla Ambon dan Lanal Tual, dan rencananya akan dikerahkan KRI Layar,” katanya.

Artikel sebelumyaPemkab Pandeglang Kurangi Stunting hingga 7%
Artikel berikutnyaKementerian Kesehatan mencatat rendahnya cakupan vaksinasi lansia