Beranda News Presiden Jokovi Pertimbangkan Vaksinasi Door-to-Door di Delhi Serdang

Presiden Jokovi Pertimbangkan Vaksinasi Door-to-Door di Delhi Serdang

Ini berarti protokol kesehatan adalah kuncinya, vaksinasi adalah kuncinya, jadi saya mendorong orang untuk tetap memakai masker.

Jakarta (ANTARA) – Presiden RI Joko Widodo meninjau ulang penerapan vaksinasi door to door (dari pintu ke pintu) di Kabupaten Delhi Serdang, Sumatera Utara.

“Peninjauan ini bertujuan untuk memastikan difusi vaksin, percepatan pengenalan vaksin, dilakukan di semua provinsi, di semua kabupaten, di semua kota di tanah air,” kata Presiden Jokovi kepada Kabupaten Deli Serdang di Desa Emplasamen Kuala Namu, Kabupaten Beringin. , Sumatera Utara, Kamis.

Dalam peninjauan tersebut, Presiden Jokovi didampingi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tyajanto dan Bupati Delhi Serdang Ashari Tambunan.

“Vaksinasi” dari pintu ke pintu “Ini merupakan bentuk pengabdian langsung kepada masyarakat mengajak masyarakat untuk divaksinasi, dan kami berharap ini akan mempercepat vaksinasi di luar yang diberikan oleh rumah sakit, pemerintah daerah, TNI dan Polri, puskesmas,” tambah Pressiden.

Presiden Jokovi berharap vaksinasi door-to-door dapat menyisir masyarakat yang belum mendapatkan vaksin.

“Penyebaran COVID-19 bisa segera kita cegah. Ini juga akan mempermudah akses masyarakat terhadap vaksin,” kata Presiden.

Apalagi, menurut Presiden Djokovi, sejumlah orang mengaku belum menerima vaksin tersebut.

Ada yang bilang, “Pak, saya tidak, saya tidak (vaksinasi).” Mengunjungi masyarakat di desa dan dusun. Juga akan memberikan perlindungan kepada masyarakat, memberikan perlindungan kepada masyarakat, sehingga nantinya masyarakat dapat segera bergerak untuk melakukan aktivitasnya sendiri. Tidak apa-apa,” kata Presiden.

Meski sudah divaksinasi, Presiden Jokowi juga mengajak masyarakat untuk hidup berdampingan dengan COVID-19.

“Artinya protokol kesehatan adalah kuncinya, vaksinasi adalah kuncinya, jadi saya mendorong masyarakat untuk tetap memakai masker. Yang belum divaksin harus segera divaksin,” tambah Presiden.

Menurut Kementerian Kesehatan, per 16 September 2021 pukul 12.00 WIB, 76.153.487 dosis vaksin pertama telah diberikan kepada penduduk, atau 36,57 persen dari target.

Selain itu, 42.484.971 dosis vaksin kedua diberikan, atau 20,88% dari target.

Sedangkan untuk vaksinasi ketiga sebanyak 819.174 orang (55,77 persen).

Pemerintah bertujuan untuk memvaksinasi 208.265.720 petugas kesehatan, orang tua, pejabat pemerintah dari komunitas rentan, masyarakat umum, dan remaja berusia 12-17 tahun untuk memastikan kekebalan masyarakat.

Artikel sebelumyaPenggunaan air secara besar-besaran diyakini meningkatkan kemungkinan tenggelamnya Jakarta.
Artikel berikutnyaEric Tohir memastikan bahwa teroris tidak memiliki tempat di perusahaan milik negara