Beranda News Presiden Jokovi "Blusukan" cari obat COVID-19 di apotik di kota bogor

Presiden Jokovi "Blusukan" cari obat COVID-19 di apotik di kota bogor

Jakarta (ANTARA) – Presiden Joko Widodo “blusukan” mengecek ketersediaan obat dan vitamin untuk COVID-19 di apotek-apotek di Kota Bogor, namun yang dicari Presiden tidak ditemukan.

“Assalamualaikum, saya ingin mencari obat antivirus yaitu oseltamivir,” kata Presiden Jokovi saat berkunjung ke Apotik Villa Duta di kota Bogor, seperti yang terlihat pada kanal Youtube Sekretariat Presiden yang diunggah pada Jumat.

Berikut detail percakapan Presiden Jokovi dengan apoteker di Apotek Villa Duta.

Apoteker : Oseltamivir habis stoknya pak.

Presiden: Tidak ada?

Apoteker : Tidak

Presiden: Lalu kemana saya harus mencari jika saya ingin mencarinya?

Apoteker: Ya, kami juga tidak menerima barangnya.

Presiden: Sudah berapa hari Anda tidak minum oseltamivir?

Apoteker: Oseltamivir generik sudah ada sejak lama pak. Kemarin masih ada merk Drufir, ini ada patennya, tapi sekarang juga kosong

Presiden: Bagaimana dengan Favipiravir?

Apoteker: Kami tidak memiliki Favipiravir.

Presiden: Juga tidak ada?

Apoteker: Lalu ada paten.

Presiden: Lalu apakah ada vitamin D3?

Apoteker : Vitamin D3 yang ada 1000 nya 5000 sudah tidak ada lagi pak. Kami sudah memesan barang, barang ini sudah tidak ada lagi stoknya pak.

President: Bagaimana dengan multivitamin yang mengandung zinc?

Apoteker: Multivitamin seng sekarang memiliki Megavit.

Apoteker kemudian menyerahkan multivitamin tersebut kepada Presiden Jokovi.

Presiden: Oh ini

Apoteker: Persiapan multivitamin Megavit.

Presiden: Tapi hanya 1000, kan? 5000 tidak ada? Bagaimana dengan suplemen multivitamin becom-zet?

Apoteker : Bekom-Z juga lama kosong

Presiden: Bagaimana cara mengganti yang ini?

Apoteker: Kami biasanya menawarkan Bekom-Z bukan Megavit.

Presiden: Terima kasih semuanya

Kemudian Presiden Djokovi memanggil Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadykin dari mobil yang ditumpanginya.

Presiden: Halo Pak Pak, saya cek di apotek di Bogor saya cari obat antivirus Oseltamivir tidak ada, saya cari obat antivirus lain, Favipiravir juga tidak kosong. Saya mencari antibiotik Acetromycin, juga tidak ada

Menteri Kesehatan: Oke, mari kita periksa.

Presiden: Stok habis selama lebih dari seminggu. Kemudian vitamin D3 5000 juga tidak tersedia

Menteri Kesehatan: Apa itu, Pak?

Presiden: Vitamin D3, yaitu 5000 IU. Saya hanya mendapatkan multivitamin yang mengandung zinc, itu saja. Pengaya ini juga memiliki D3, tetapi untuk 1000 Anda hanya bisa mendapatkannya. Selain itu, ada suplemen yang merupakan kombinasi multivitamin. Sisanya antivirus, tidak semua antibiotik.

Menteri Kesehatan : Di kota Bogor pak?

Presiden: Ya, ya

Menteri Kesehatan : Maaf pak

Presiden: Ini apotek Villa Duta.

Menteri Kesehatan: Oke, Villa Duta, karena saya punya catatan dari presiden. Kami sudah memilikinya secara online. Saya baru cek pak, misalnya ada 4900 untuk Favipiravir di Kimia Farma Tajur, di Kimia Farma Juanda 30 untuk 4300, di Kimia Farma di Semplak Bogor 4200. Jadi nanti saya cek ulang. Nanti saya kirim ke asisten anda, ada data online di rumah sakit, nanti bisa dilihat di semua apotek kota Kimia Farma, Century, Guardian, K24

Presiden: Apakah semuanya ada?

Menteri Kesehatan: Ini online, semua orang bisa membacanya, Pak.

Presiden: Oke, saya akan pergi ke sana saja. Dibeli, dicoba, apakah tersedia?

Menteri Kesehatan : Ah pak, tolong kirim lagi nanti pak.

Presiden : Oke, oke Pak Menteri Kesehatan, terima kasih.

Artikel sebelumyaAespa secara resmi merupakan agensi yang sama dengan Lady Gaga dan Beyonce.
Artikel berikutnyaGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berkunjung ke Bekasi untuk memberikan sembako kepada warga