Beranda News Presiden ingatkan Acehu Vorkopimde tentang pentingnya memerangi COVID-19

Presiden ingatkan Acehu Vorkopimde tentang pentingnya memerangi COVID-19

Kami tidak bisa lagi bekerja seperti biasa, seperti dalam keadaan normal, karena sekarang ada kebutuhan akan kepemimpinan di lapangan.

Jakarta (ANTARA) – Presiden RI Joko Widodo mengingatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Aceh tentang pentingnya pengendalian COVID-19 sebagai kunci penggerak perekonomian.

“Adalah tugas kami untuk mengawasi dan mengkonsolidasikan organisasi kami untuk menganggap ini serius. Mengapa? Jadi yang namanya COVID-19 tidak bisa turun, artinya hanya satu, ekonomi juga tidak bisa tumbuh,” ujarnya. Presiden mengatakan, berbicara pada briefing untuk Forkopimda provinsi Aceh di kompleks Gubernur Aceh di kota Banda Aceh, provinsi Aceh, pada hari Kamis.

Presiden juga mengingatkan para bupati dan walikota Aceh untuk mewaspadai situasi di kota/kabupatennya.

“Kami tidak bisa lagi bekerja seperti biasa, seperti dalam keadaan normal, karena sekarang kami membutuhkan kepemimpinan lokal,” kata presiden.

Dalam pertemuan itu, Presiden mengingatkan bahwa angka kematian akibat pandemi COVID-19 di Provinsi Aceh adalah 4,7 persen.

“Ini tinggi, tinggi, karena tingkat nasional kita hanya 3 persen,” kata Presiden.

Selain itu, Presiden meminta seluruh kepala daerah di Aceh memperhatikan ketersediaan oksigen dan obat-obatan. Selain itu, Presiden mengingatkan kabupaten/kota yang belum memiliki tempat tidur perawatan intensif COVID-19 untuk mengajukan permohonan kepada Menteri Kesehatan.

“Tujuh kabupaten/kota yang tidak memiliki tempat tidur di unit perawatan intensif COVID-19 di Simeulu, Nagan Raya, Kota Sabang, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Jaya, Aceh Besar. Menteri Kesehatan. Jadi semuanya siap, semua distrik siap, semua fasilitas medis siap. Karena saya akan terus pantau RBB di daerah, kabupaten, bagaimana tampilannya. Sepertinya semuanya,” kata Presiden.

Presiden juga mengingatkan sekali lagi bahwa tidak perlu terburu-buru karena jumlah kasus yang menurun.

“Secara nasional turun lebih dari 90 persen, di sini turun 20 persen, hati-hati jangan khawatir sampai Anda mendapatkan euforia dan jangan buru-buru memberi tahu publik bahwa kami memiliki bisnis. akan disambut baik oleh masyarakat, namun dapat memicu munculnya kembali COVID-19. Ini pengalaman nasional kita, jadi jangan diulangi di sini,” kata Presiden.

Di akhir sambutannya, Presiden mengingatkan Pangdam, Kapolda, Capolres, Dandim, Danrem untuk bekerja keras membantu pemerintah daerah mengatasi pandemi ini.

Hadir pula Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Gubernur Provinsi Aceh Nova Irianziah dan Wali Nanggro Aceh Malik Mahmoud Al Khaitar.

Artikel sebelumyaEric Tohir memastikan bahwa teroris tidak memiliki tempat di perusahaan milik negara
Artikel berikutnyaPKC Mengingatkan Terhadap Kerentanan Korupsi dalam Pengadaan Barang dan Jasa