Beranda Warganet PPKM level 3, tim Yustis Denpasar rutin memantau perkembangan warga

PPKM level 3, tim Yustis Denpasar rutin memantau perkembangan warga

Disiplin ini dilakukan untuk memastikan seluruh masyarakat tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan, terutama saat pelaksanaan PPKM Level 3 untuk menekan penyebaran COVID-19.

Denpasar (ANTARA) – Tim Yudisial Kota Denpasar, Provinsi Bali, secara rutin memantau protokol kesehatan masyarakat (prokes) terkait penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Tingkat 3 dan pembatasan kendaraan plat nomor ganjil dan genap di kota setempat.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar I Dewa Gede Anom Sayoga saat dikonfirmasi di Denpasar, Minggu, mengatakan kedisiplinan kali ini dengan unsur TNI, Polri, Kementerian Perhubungan dan BPBD.

“Disiplin ini dilakukan untuk memastikan seluruh masyarakat tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan, terutama saat pelaksanaan PPKM Level 3 sehingga dapat menahan penyebaran COVID-19,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, petugas gabungan ini juga akan menertibkan pengendara yang menggunakan nomor ganjil dan genap. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan jalan di perkotaan.

“Karena dengan kedisiplinan bagi pengendara plat ganjil dan genap di tempat wisata seperti pintu masuk Pantai Sanur, ia akan mampu mengatasi kemacetan dan keramaian,” ujarnya.

Sedangkan untuk pemantauan PPKM kali ini dibagi menjadi dua tim yaitu tim terpusat dan pemantauan di sekitar tempat-tempat yang dianggap ramai.

Adapun lingkar, kata dia, dari Polsek Denpasar hingga Jalan Gunung Sanhyang, Jalan Gaj Mada, Lapangan Puputan Badung, dan Jalan Surapati. Sedangkan pelaksanaannya dipusatkan di lapangan Puputan Badung, pasar tumpahan di Pula Kerti, pasar tumpahan di Jalan Gunung Kawi dan pasar tumpahan di Jalan Kartini Wangaya.

“Selama pemantauan (stasioner) prosedur medis terpusat, kami menemukan empat pelaku salah memakai masker, sehingga kami memberikan instruksi agar ke depan mereka dapat menggunakan fasilitas medis dengan benar dan benar,” katanya.

Dia mengatakan, pemantauan perkembangan pihaknya bersama polisi, dinas perhubungan, dan aparat desa telah memusatkan tindakan pengekangan kendaraan dengan menerapkan MCD ganjil genap-By Pass Ngurah Rai dan simpang Jalan Hangtuah-Jalan Bypass Ngurah Rai.

“Kami berharap ke depan ada pemantauan rutin untuk mengingatkan masyarakat akan perlunya tetap waspada dan selalu mengikuti anjuran program kesehatan agar tidak ada penambahan kasus penyebaran COVID-19 di Kota Denpasar. ,” Saya bilang. Deva Gede oleh Anom Sayoga.

Artikel sebelumyaPenambahan 41 orang pasien aktif COVID-19 di Babilonia, yaitu 835 kasus
Artikel berikutnyaDPR: aturan yang timbul dari UU Otsus harus disusun dengan memperhatikan aspirasi rakyat.