Beranda News PPHN selidiki evakuasi WNI dari Afghanistan kemarin

PPHN selidiki evakuasi WNI dari Afghanistan kemarin

Berikut rangkuman berita politik kemarin untuk disimak pagi ini.

Jakarta (ANTARA) – Pada Jumat (20/8), kantor berita ANTARA melaporkan berbagai perkembangan politik, mulai dari Kajian Pokok-Pokok Kebijakan Publik (PPHN) yang diharapkan selesai pada awal 2022, hingga evakuasi WNI. warga negara (WNI) dari Afganistan.

Berikut rangkuman berita politik kemarin untuk disimak pagi ini.

1. Ketua MPR: Hasil kajian PPHN diharapkan selesai pada awal 2022.

Ketua MNR RI Bambang Soesatyo mengatakan, kajian PPHN yang saat ini sedang dilakukan sesuai dengan rekomendasi MNR RI periode 2009-2014 dan 2014-2019 diharapkan bisa selesai. di awal tahun 2022.

Lagi di sini

2. Anggota DPR sangat mengapresiasi tindakan pemerintah mengevakuasi WNI ke Afghanistan.

Komisioner I DPR R.I. Sukamta mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Angkatan Udara (AU) yang telah mengambil langkah tepat dan terukur untuk mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Afghanistan.

Lagi di sini

3. Ibu: Tindakan tegas terhadap fasilitas kesehatan yang tidak mematuhi aturan harga PCR.

Presiden DPR RI Poin Maharani meminta pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, klinik, dan laboratorium yang tidak mematuhi ketentuan price cap untuk tes polymerase chain reaction (PCR). ditetapkan oleh pemerintah.

Lagi di sini

4. Kepala BNPT: Jangan bersimpati dengan isu Taliban.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Paul Boy Rafli Amar mengimbau seluruh masyarakat menyikapi secara cerdas pemberitaan terkait konflik Afghanistan dan Taliban.

Lagi di sini

5. Panglima TNI mengatakan tidak mudah mengevakuasi WNI dari Afghanistan.

Operasi pemulangan atau evakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Afghanistan dari Bandara Hamid Karzai di Kabul bukanlah tugas yang mudah mengingat situasi di lapangan yang terus berubah dan berkembang, kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Lagi di sini

Artikel sebelumyaMenhub: izin mendaratkan pesawat TNI AU di Afghanistan ditunda
Artikel berikutnyaBMKG peringatkan kemungkinan hujan disertai angin kencang di Kalteng