Beranda News PP Perthy menyambut hangat Baaseer untuk menonjolkan kerukunan antara agama dan...

PP Perthy menyambut hangat Baaseer untuk menonjolkan kerukunan antara agama dan Pancasila

“Jadi, insya Allah dengan Pancasila, jika dilaksanakan dengan benar dan konsisten, tujuan negara Indonesia akan tercapai,” kata Anwar.

Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Tarbiya Islamiyah (PP Perthy) K. H. Anwar Sanusi memuji tindakan Abu Bakar Ba’aseer yang mengedepankan keharmonisan antara agama dan Pancasila.

Anwar dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu, berharap konfirmasi dari tokoh, ideolog, dan dalang gerakan radikal di Indonesia beberapa waktu lalu dapat menghentikan narasi konfrontasi Pancasila dan agama.

“Kami sebagai organisasi akar rumput khususnya dari Lembaga Persahabatan Islam Ormas (LPOI) dan Lembaga Keagamaan Persahabatan Ormas (LPOK), bersyukur Ba’asir telah kembali dan mengakui Pancasila dengan kesepakatan bersama. pendiri kita. Saya berharap ini bisa ditiru oleh orang-orang yang belum menyadari pentingnya Pancasila,” katanya.

Ke depan, Anwar berharap, tidak ada lagi tokoh radikal yang berusaha mempengaruhi rakyatnya melalui provokasi terkait konflik Pancasila dan agama.

Di sisi lain, lanjutnya, diharapkan ada tokoh-tokoh yang dapat menegaskan bahwa Pancasila dengan segala nilai yang terkandung di dalamnya memiliki korelasi etis dengan prinsip-prinsip Islam yang bersifat rahmat.

Selain itu, ia menegaskan bahwa Pancasila sama sekali tidak bertentangan dengan agama. Padahal, menurut Anwar, konsep ketuhanan dalam Pancasila merupakan dasar tauhid dalam ajaran Islam.

“Pancasila tidak boleh bertentangan dengan agama, bahkan sesuai dengannya. Pertama, itu adalah keilahian. Semua agama di Indonesia mengakui keberadaan Tuhan,” ujarnya.

Kemudian Anwar juga mengapresiasi sila ketiga Pancasila, yaitu persatuan Indonesia, yang memiliki arti persatuan, baik persatuan dalam agama, persatuan dalam negara, dan persatuan dunia, yang disebut “uhuwa insaniya”.

Kemudian perintah keempat, yaitu kemanusiaan yang adil dan beradab, artinya segala sesuatu harus diputuskan dengan musyawarah dan mufakat. Terakhir, Anwar mengatakan bahwa keadilan sosial bagi rakyat Indonesia, atau sila kelima Pancasila, berarti setiap agama dan suku menginginkan keadilan.

“Jadi, insya Allah dengan Pancasila, jika dilaksanakan dengan benar dan konsisten, tujuan negara Indonesia akan tercapai,” kata Anwar.

Dengan demikian, menurut dia, para pemuka agama harus mampu memberikan pemahaman dan pemahaman kepada umatnya agar mampu mengakhiri semua gerakan ideologi yang bertentangan dengan agama dan Pancasila.

Ia kemudian juga melihat pemerintah sebagai pihak yang memiliki kendali dan kekuatan penuh untuk memobilisasi sumber daya di Indonesia, dan harus bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat untuk mempercepat dan mencegah radikalisme dan terorisme, serta meminimalkan serangan teroris di masa depan.

“Pemerintah ini harus menyatu dengan seluruh elemen masyarakat, karena kekuasaan pemerintah sebenarnya juga didukung oleh rakyat,” ujarnya.

Dalam penilaian Anwar, upaya pemerintah untuk menegakkan regulasi tentang ormas yang menyebarkan ide-ide yang bertentangan dengan ideologi Pancasila sangat tegas. Hal ini dibuktikan dengan pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Front Pembela Islam (IDF).

Artikulli paraprakPolisi musnahkan 18,5 kg ganja dari tersangka ibu di Palembang
Artikulli tjetërPanglima TNI berharap dapat memperkuat kerja sama militer dengan Australia