Beranda Hukum Polri siapkan operasi pengamanan Pilkada 2024

Polri siapkan operasi pengamanan Pilkada 2024

Setiap tahapan yang dianalisis memiliki spektrum ancaman keamanan dan pelanggaran jaminan sosial yang berbeda.

Jakarta (ANTARA) – Kapolri Inspektur Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan Polri masih mengupayakan apa yang dibutuhkan untuk mengamankan dan memuluskan terselenggaranya pemilihan umum 2024, salah satunya pembentukan satgas Nusantara dan operasi Mantap Brata.

“Kami masih dalami, berapa kekuatannya, lalu ancaman apa yang mungkin muncul, berapa fasilitas infrastruktur yang digunakan. Ini semua masih dalam proses,” kata Dedi di Jakarta, Minggu.

Dia menjelaskan, Polri sepakat dengan KPU RI mengenai tahapan pemilihan umum 2024 yang akan dimulai pada 14 Juni 2022.

Pada tahap ini, lanjut Dedi, Polri sudah menyiapkan operasi dengan sandi “Mantap Brata”, yang diikuti seluruh jajaran Polda di 34 provinsi.

“Seluruh Polda akan melakukan Operasi Mantap Brata,” ujarnya.

Dalam operasi tersebut, kata Dedi, seluruh jajaran Polda sudah mempersiapkan dan mengantisipasi segala kemungkinan ancaman spektral yang muncul di setiap tahapan pilkada.

“Karena setiap tahapan yang kami analisis memiliki spektrum ancaman yang berbeda terhadap ketertiban dan keamanan masyarakat,” jelasnya.

Untuk itu, mantan Kapolda Kalteng itu mengatakan, partisipasi pasukan Polri akan berbeda, sarana dan prasarana yang digunakan, jumlahnya juga berbeda.

“Polri memastikan semua tahapan pemilu ini dapat berjalan dengan baik dan Partai Demokrat sebagai harapan rakyat dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar,” kata Dedi.

Penegakan hukum

Adapun ekspektasi polarisasi pemilu, menurut Dedi, tidak bisa dihindari, begitu pula politik identitas, hoax, dan ujaran kebencian. Polri akan menegakkan hukum, tetapi Korps Bhayangkar akan memprioritaskan upaya preventif dan preventif terlebih dahulu.

Langkah awal adalah membentuk satgas Nusantara dengan melibatkan instansi terkait dari KPU dan Bawaslu.

Polri telah menyiapkan Satgas Nusantara sebagai sistem pendingin. Kemudian bekerjasama untuk melakukan literasi, sosialisasi dan reminder, jika ada komunitas atau kelompok tertentu yang menyebarkan konten viral yang mempolarisasi, politik identitas, hoax, akan kita ingatkan,” kata Dedi.

Satgas Nusantara akan mulai beroperasi saat Polri mengumumkan dimulainya Operasi Mantap Brata.

Dedi menegaskan, peringatan akan diberikan kepada mereka yang berupaya menyebarkan berita bohong. Jika peringatan telah dikeluarkan lebih dari satu kali, maka tindakan penegakan akan diambil.

“Jika Anda diingatkan sekali dua kali bahwa Anda masih melakukan tindakan yang sama, maka upaya penegakan hukum harus dilakukan. Agar aksi serupa tidak terulang kembali,” kata Dedi.

Dedi menambahkan, Polri menjadikan HUT Bhayangkara ke-76 sebagai wadah untuk menjaga kekompakan dan sinergi berbagai pihak guna mensukseskan berbagai program nasional dan internasional Indonesia seperti Kepresidenan G20 dan Partai Demokrat 2024.

Kapolri selalu mengingatkan, mari kita jaga persatuan dan kesatuan, jaga keberagaman dalam NKRI,” kata Dedi.

Artikulli paraprakMasyarakat Sumsel mengapresiasi bantuan sosial Yayasan Eric Tohir
Artikulli tjetërLima penerbangan ke Ambon dibatalkan karena cuaca buruk