Beranda Hukum Polresta: jumlah kendaraan di Kota Bogor sedikit, sensornya belum diterapkan

Polresta: jumlah kendaraan di Kota Bogor sedikit, sensornya belum diterapkan

Kota Bogor (ANTARA) – Kapolres Bogor Kota Kompol Prastio Purbo melaporkan hal itu dari laporan PT. Jasa Marga, volume kendaraan yang masuk dan keluar melalui pintu tol Bogor di Baranangsiang masih rendah, sehingga tidak perlu memberlakukan genap dan ganjil (pengukur genap).

“Kendaraan yang masuk Kota Bogor masih jauh di bawah standar,” katanya di Kota Bogor, Minggu.
Pemberlakuan nomor genap ganjil tetap menjadi kebijakan opsional, kata dia, untuk diterapkan jika terjadi kepadatan kendaraan tinggi pada akhir pekan selama pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Tingkat 2.

Ganjil-genap jatuh pada akhir pekan mengingat jumlah kendaraan meningkat ketika orang tidak bekerja.

Perintah itu disiapkan untuk Jumat, Sabtu dan Minggu karena pengetatan pergerakan masyarakat menjelang liburan Natal dan Tahun Baru 2022.

Saat itu, lima Kapolsek berkumpul di Simpang Gadog, Jalan Punchak, Chisarua untuk kompak menegakkan plat nomor mobil ganjil genap guna mengurangi kemacetan dan keramaian warga kawasan sekitar kawasan favorit warga Jabodetabek.

Kelima Kapolres itu adalah Kapolres Bogor Kombes Paul Susatyo, Kapolres Bogor AKBP Haroun, Kapolres AKPB Chianjur Doni Hermawan, Kapolres Kota Sukabumi Zainal Abidin, dan Kapolres Sukabumi Dedi Darmavansia.
Namun faktanya, kebijakan pelat nomor kendaraan ganjil genap tidak pernah diberlakukan di Kota Bogor saat itu, hingga minggu pertama Januari 2022. Jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Bogor tidak bertambah.
Namun, dua kepala daerah Bogor, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Bupati Bogor Ade Yasin, masih memuat opsi genap ganjil dalam Surat Keputusan Bupati Bogor (CK) Nomor 443/15/Kpts/ Per-UU/2022 dan Surat Edaran ( SE) Walikota Bogor 440/122-HukHAM untuk memperpanjang pembatasan sosial berskala luas (PSBB) selama dua minggu mulai 4 hingga 17 Januari 2022.
“Jadi seperti yang disampaikan Wali Kota Bogor, Pak Bima Arya ganjil genap tetap dilakukan ad hoc, belum,” kata Prasetjo.

Artikel sebelumyaWagub Bali berharap "pasemetonan" memperkuat masyarakat, membangun budaya
Artikel berikutnyaVaksinasi COVID-19 untuk anak-anak berhadiah sepeda