Beranda Hukum Polres Sukabumi hentikan penyelundupan 31.534 pil

Polres Sukabumi hentikan penyelundupan 31.534 pil

Sukabumi, Jawa Barat (ANTARA) – Polres Sukabumi berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 31.534 pil keras ilegal atau illegal untuk diedarkan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada malam tahun baru, Jumat (31 Desember).

“Kami menyita obat keras ilegal dari tiga tersangka berinisial RZ, MA dan ER. Jumlahnya mencapai 31.534, yang akan dibagikan pada malam pergantian tahun dan libur panjang akhir pekan yang bertepatan dengan puncak Natal dan Tahun Baru 2022,” kata Kapolres AKBP Sukabumi Dedi Darmavansya di sela konferensi pers yang digelar. di lobi hotel Augusta Palabuhanratu di Kabupaten Sukabumi, Sabtu (1/1).

Menurut informasi yang diterima dari Sat Narkoba Polres Sukabumi, gagalnya upaya penyelundupan ribuan obat keras ilegal berawal dari informasi yang diterima Satpol PP Sukabumi terkait penyelundupan puluhan ribu obat keras yang rencananya akan diedarkan. sekitar tempat wisata dan tempat hiburan lainnya.

Dipimpin oleh Kasat Narkoba Polres Sukabumi, AKP Kusmawan, rombongan langsung bergerak menuju persembunyian ketiga tersangka di kawasan Kabupaten Sukabumi. Tak ingin korbannya kabur dan merusak barang bukti, petugas langsung menggerebek dan berhasil menangkap ketiga tersangka.

Seperti biasa, awalnya ketiga penyelundup itu tidak mengaku, namun setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan ribuan butir obat keras ilegal berbagai merek, dan akhirnya para tersangka berhasil mengelak.

Menurut Dedi, berdasarkan hasil pemeriksaan ketiga tersangka, obat-obatan yang peredarannya harus dengan resep dokter akan didistribusikan pada malam tahun baru, Sabtu (1/1) dan Minggu (2/1). ), karena biasanya akhir pekan, apalagi akhir pekan bertepatan dengan hari libur nasional, peminatnya cukup tinggi.

“Kasus ini masih kami kembangkan untuk mengidentifikasi pemasok narkoba bagi para tersangka. Jika jumlahnya diperkirakan dalam rupiah, maka jika dijual nilai uangnya mencapai 315 juta rupiah,” imbuhnya.

Dedi mengatakan, akibat perbuatannya, ketiga tersangka diancam akan menghabiskan masa mudanya di balik jeruji penjara karena terjerat Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman 10 tahun penjara.

Artikel sebelumyaDi Ragunan, Sandiaga mengatakan pariwisata dan ekonomi menggeliat.
Artikel berikutnyaCapolda berpendapat seharusnya tidak ada kejahatan perjudian di Sumatera Barat.