Beranda Hukum Polres Malang Tetapkan Tujuh Tersangka Pelecehan Anak

Polres Malang Tetapkan Tujuh Tersangka Pelecehan Anak

Dari sepuluh anak yang kami tahan, kami menetapkan tujuh tersangka.

Malang, Jawa Timur (ANTARA) – Kepolisian Resor (Polresta) Kota Malang menetapkan tujuh tersangka kasus pencabulan anak yang terjadi di wilayah kota setelah pemeriksaan pendahuluan terhadap sepuluh saksi.

Kapolres Malang Kompol Tinton Yuda Riambodo, Kepala Bareskrim Malang, Jawa Timur, Rabu mengatakan, dari sepuluh saksi, tujuh ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan peran masing-masing dalam kasus tersebut.

“Dari sepuluh anak yang kami tahan, kami menetapkan tujuh tersangka,” kata Tinton.

Tinton menjelaskan, ketujuh tersangka tersebut termasuk pelaku persetubuhan dengan korban berusia 13 tahun. Dari tujuh tersangka, enam saat ini ditahan di Rutan Remaja Polres Malang.

Sedangkan tersangka lainnya, lanjut Tinton, tidak ditahan karena berusia kurang dari 14 tahun. Tiga anak lainnya yang sebelumnya menjadi saksi kini kembali ke orang tuanya karena tidak terlibat dalam kasus ini.

“Enam orang ditahan di Rutan Remaja Polres Malang. Satu tidak ditahan karena usianya kurang dari 14 tahun. Sedangkan tiga lainnya kami kembalikan kepada orang tuanya dan menjadi saksi dalam kasus tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ketujuh tersangka itu masing-masing memiliki peran berbeda dalam kasus yang terjadi pada 18 November 2021 itu. Pertama, satu orang terlibat dalam persetubuhan, sedangkan sisanya terlibat dalam penganiayaan terhadap korban.

“Yang pertama berhubungan dengan hubungan intim, itu jelas. Selanjutnya ada peran pukulan, tendangan dan perintah seseorang. Termasuk rekaman kekerasan,” ujarnya.

Enam anak berstatus tersangka akan ditahan selama kurang lebih 15 hari. Polres Malang Kota akan berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri (JPU) untuk mempercepat proses agar kepastian hukum bisa segera tercapai.

“Kami akan menangani ini dalam waktu 15 hari. Kami akan berusaha dan akan berkoordinasi dengan kejaksaan untuk segera mempercepat pertimbangan, sehingga ada kepastian hukum, ”katanya.

Polisi mengumpulkan sejumlah barang bukti terkait kasus tersebut, antara lain pakaian yang dikenakan korban dan pelaku, video pengejaran, termasuk telepon genggam yang digunakan untuk merekam kejadian tersebut.

Keenam tersangka kekerasan terhadap anak tersebut masuk dalam ruang lingkup pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan/atau Ayat 2 Pasal 170 KUHP dan/atau ayat 2 pasal 33 KUHP, tujuh tahun penjara.

Sedangkan tersangka persetubuhan dengan anak dijerat pasal 81 UU No 35 Tahun 2014 perubahan UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan terancam hukuman penjara 5 sampai 15 tahun.

Artikel sebelumyaKejaksaan Bintana Selidiki Kasus Fiksi Promosi COVID-19
Artikel berikutnyaOrang asing di ladang ilegal di Tanah Bumbu menerima visa ahli