Beranda Hukum Polisi Minta Pemkot Palembang Tutup Permanen Warung Narkoba

Polisi Minta Pemkot Palembang Tutup Permanen Warung Narkoba

Jadi wajar kalau tutup selamanya

Sumatera Selatan (ANTARA) – Kepolisian Daerah (Polrestabes) Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) meminta pemerintah setempat menutup secara permanen Kafe RD yang diyakini sebagai tempat penyalahgunaan narkoba (sarang).

“Dalam surat kepada Pemprov DKI, kami menanyakan apakah izin itu sah untuk dicabut atau bahkan ditutup secara permanen, karena masih terjadi dan berulang dalam kasus peredaran narkoba,” kata Kepala Badan Reserse Narkoba di Palembang. . Polisi, Ajun Komisaris Besar Polisi Andi Supriadi, Minggu.

Penutupan permanen kafe dan klub malam dimaksudkan untuk menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat dari dampak negatif penyalahgunaan narkoba, katanya.

Apalagi mengingat Palembang saat ini masih berjuang melawan penyebaran COVID-19 dengan memberlakukan masa Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

“Oleh karena itu, wajar jika ditutup selamanya, yang tidak memiliki izin usaha tetap bekerja secara terbuka hingga dini hari sehingga menimbulkan keramaian,” ujarnya.

Buktinya, klab malam yang berlokasi di Jalan Perindustrian 2, Kecamatan Sukarame, Palembang ini masih menjadi lokasi penyalahgunaan narkoba, setidaknya 23 dari 87 orang yang ditangkap dalam operasi gabungan pada Minggu pagi itu mengonsumsi ekstasi. pil.

Dari mereka yang tertangkap, 61 orang laki-laki dan 26 orang perempuan termasuk remaja.

“Di RS Bhayangkara M Hassan, DJ perlu diwaspadai karena terkena narkoba, ketika petugas datang, dia melompat dari lantai tiga gedung dan kakinya patah,” katanya.

Mereka semua langsung dibawa ke Mapolrestabes Palembang dengan tiga truk polisi sekaligus tanpa terkecuali untuk pemeriksaan lebih lanjut seperti tes urine dan pendataan identitas.

Petugas menyita satu set mixer DJ Pioneer dengan stiker RD beserta puluhan kardus minuman beralkohol sebagai barang bukti.

Selain pengunjung, petugas juga mendatangkan pramusaji, pemandu lagu, kasir, dan DJ untuk diinterogasi secara intensif.

Meski hingga saat ini polisi belum menemukan barang bukti narkoba, Andi menegaskan klub malam RD berada dalam pengawasan ketat polisi.

“Bersama Satreskrim akan dilakukan penyidikan terhadap peredaran narkoba (Klub Malam RD) untuk kegiatan pembinaan hukum,” ujarnya lagi.

Sementara itu, semua yang dinyatakan positif menggunakan narkoba akan mengumpulkan data pribadinya dan kemudian mengirimkannya ke Badan Narkotika Nasional (BNNP) Sumsel untuk dievaluasi atau direhabilitasi, katanya.

Artikel sebelumyaPolda Sumut Selidiki Jenazah Tak Dikenal di Parit
Artikel berikutnyaPolda Sulut jaga penjual beras tidak layak