Beranda Hukum Polisi menyita uang palsu Rp 1,5 miliar dari seorang dukun di Bogor.

Polisi menyita uang palsu Rp 1,5 miliar dari seorang dukun di Bogor.

Sibinong, Bogor (ANTARA) – Polres Bogor, Polda Jawa Barat menyita uang palsu senilai Rp1,5 miliar uang palsu senilai Rp100.000 dari seorang dukun berinisial SD, yang mengaku bisa menggandakan uangnya.

“Kerjasama antara masyarakat dan kepolisian Chileungsi ini turut membantu mengidentifikasi pihak-pihak yang bertanggung jawab atas peredaran uang palsu di masa pandemi ketika ekonomi masyarakat sedang kesulitan,” kata Kapolres Bogor AKBP Harun saat konferensi pers di Mapolres Bogor. Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa.

Dia mengatakan, kasus uang palsu bermula ketika polisi Chileungsi mendapat informasi dari masyarakat bahwa beberapa orang berbelanja di kios mereka menggunakan uang kertas palsu 100.000 rupee untuk membeli rokok.

Ini adalah AG, AR, EH dan DR. Empat di antaranya menerima uang palsu di SD dukun yang biasa dipanggil Mbah Jamrong, dengan menukarkan uang asli Rp 3 juta dengan uang palsu Rp 10 juta.

Harun mengatakan polisi awalnya menangkap dua pelaku yang menghabiskan uang palsu di 11 kios di Desa Mampir, Desa Dayueh, Kecamatan Chileungsi, Kabupaten Bogor. Dilihat dari pengakuan pelaku, keduanya menerima uang dari SD bernama Mbah Jamrong.

“Mbah Jamrong kemudian meminta orang yang menggandakan uangnya untuk segera membelanjakan uangnya. Mbah Jamrong sendiri sudah dua tahun menggeluti profesi ini,” kata Harun.

Mbah Jamrong menerima uang palsu dari TNI di Purwokerto, Jawa Tengah, katanya. Sementara itu, AD ada di DPO. Kemudian produsen uang palsu ini masih belum diketahui.

“Masih dalam pengembangan. Kami masih menghitung berapa yang sudah dialokasikan,” jelas Harun.

Sementara itu, Kapolsek Chileungsi Kompol Andri Alam menjelaskan, setelah mendapat informasi dari dua pengedar asal, kelompoknya mengejar mereka di empat lokasi berbeda, yang semuanya berada di Bandung.

“Hasil pembangunan di Bandung dilanjutkan dengan DPO berinisial AD di Purwokerto, Jawa Tengah. Selain itu tersangka dan barang bukti dilindungi untuk pengembangan,” kata Andri.

Artikel sebelumya237 narapidana narkoba di Lapas Nunukan dibebaskan dalam rangka Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
Artikel berikutnyaPerjalanan cinta tanah air