Beranda Hukum polisi menyerahkan "pemberitahuan merah" berburu 5 tersangka fahrenheit

polisi menyerahkan "pemberitahuan merah" berburu 5 tersangka fahrenheit

Jakarta (ANTARA) – Penyidik ​​Polri berencana mengajukan permohonan publikasi pemberitahuan merah untuk lima tersangka penipuan investasi robot berdagang melalui aplikasi Fahrenheit diduga kabur ke luar negeri.

Dalam kasus ini, penyidik ​​menetapkan 10 orang sebagai tersangka, termasuk kepala perusahaan pengendali robot. perdagangan Fahrenheit,Hendry Susanto. Empat tersangka lainnya berinisial D, IL, DB dan MF diamankan Polsek Metro Jaya. Lima tersangka sisanya masih buron, berinisial HA, FN, DL, WL dan HD.

“Saat ini penyidik ​​sudah mengirimkan surat larangan ke kantor imigrasi, menerbitkan DPO dan melakukan tindakan administratif lainnya,” kata Kombes Paul, Kepala Satuan Penerangan Masyarakat (Kabag Penum) Humas Polri. Gatot Repli Khandoko di Mabes Polri, Jakarta, Rabu.

Jika semua persyaratan untuk mengajukan perintah dipenuhi, penyidik ​​akan menulis surat kepada departemen hubungan internasional (Hubinter) kepolisian nasional untuk mengajukan “red notice” untuk lima tersangka, kata Gato.

“Jika persyaratan sudah terpenuhi, akan dilanjutkan dengan mengirimkan surat ke Polsek Habter untuk diterbitkan red notice,” kata Gato.

Dalam perkembangan kasus tersebut, penyidik ​​telah memeriksa 31 saksi korban dengan kerugian mencapai Rp 127,9 miliar, serta 25 saksi terkait lainnya.

Penyidik ​​juga menyita sejumlah aset tersangka, termasuk bos. FahrenheitHendry Susanto, berupa gedung apartemen Taman Anggrek senilai Rp 2 miliar, memblokir rekening terkait sekitar Rp 44,5 miliar.

Fahrenheit seperti robot perdagangan kripto itu sebuah sistem berdagang tidak selalu memperhatikan pasar dan berita tentang penggunaan robotika, yang selalu dikendalikan pedagang berpengalaman. Dalam pekerjaan robot berdagang ini akan menghasilkan keuntungan yang stabil dengan manajemen keuangan yang baik berdasarkan modal yang ada dan otomatis membuka dan menutup pesanan setiap hari.

Namun nyatanya, PT FSP Academy Pro tidak memiliki izin dari Kementerian Perdagangan untuk menawarkan robot perdagangan Fahrenheit dengan skema piramida (ponza).

Kemudian PT FSP Akademi Pro juga bermitra dengan PT Lotus Global Buana, dimana perusahaan bertindak sebagai perantara, juga tanpa izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappeti).

Artikulli paraprakWarga Sangihe tidak diperbolehkan berada dalam radius 3,5 km dari Gunung Awu.
Artikulli tjetërMP: Kebijakan pelunakan masker sudah benar