Beranda Hukum Polisi Dittipideksus Buru Produsen Dolar AS Palsu

Polisi Dittipideksus Buru Produsen Dolar AS Palsu

Jakarta (ANTARA) – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Direktorat Reserse Kriminal Polri mencari pelaku dan lokasi pembuatan uang dolar AS palsu menyusul penangkapan 16 tersangka perdagangan manusia di wilayah Jawa Barat dan Jabodetabek.

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Wadirtipideksus) Bareskrim Polri Kombes Paulus. Visnu Hermavan saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, mengatakan jaringan pemalsuan uang dolar AS yang ditangkap pihaknya sudah berjalan sekitar satu tahun.

“Tempat produksinya sedang kita selidiki, ada dugaan lokasi itu di Jawa Barat, anggota masih melakukan penyelidikan,” kata Hermavan.

Sebanyak sembilan tersangka pengedar uang dolar palsu ditangkap oleh Badan Reserse Kriminal Polri.

Jaringan pemalsuan valuta asing ini terutama mendistribusikan uang palsu di wilayah Jakarta-Bogor dan Tangerang.

Pada saat penangkapannya, penyidik ​​menemukan 28 pernis uang palsu di muka $100 pada tahun 2009 dan 2006.

Kepala Subdirektorat MUSP (Uang Palsu) Dittipidexus Barexrim Polri Combes, Paul Andri Sudarmadi mengatakan, para penjahat pedagang uang palsu asing ini menggunakan berbagai cara, salah satunya dengan menggandakan uang.

Andri mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Kedutaan Besar AS dalam mengungkap jaringan peredaran uang palsu tersebut.

“Selain itu, kita juga membawa dolar AS palsu ini ke laboratorium Polri untuk mengetahui asli atau tidak, yang jelas palsu,” kata Andri.

Menurut Andri, kendala pengungkapan tempat pembuatan mata uang asing palsu itu adalah para pelaku yang ditangkap secara “pasangan tubuh” tidak membeberkan informasi tersebut kepada petugas.

Saat diinterogasi, tersangka memberikan keterangan “ngalor ngidul”, salah satunya mengatakan diterima dari neneknya yang sudah datang.

“Ini menjadi masalah, tapi tidak menjadi kendala bagi penyidik. Kelompoknya akan terus menyelidiki dan suatu saat akan menemukannya,” kata Andri.

16 pelaku tindak pidana penjualan uang palsu dijerat dengan pasal 245 KUHP ditambah dengan pasal 55 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Artikel sebelumyaKomandan Korps Brimob memberikan motivasi dan pesan kepada taruna Akpol
Artikel berikutnyaBBKSDA Sumut terima enam Siamang dari Jakarta