Beranda Hukum Polda NTB Ungkap Tarif Kirim PMI Ilegal ke Malaysia

Polda NTB Ungkap Tarif Kirim PMI Ilegal ke Malaysia

Mataram (ANTARA) – Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Nusa Tenggara Barat Kompol Hari Brata membeberkan tarif dari seorang bandar berinisial MU alias Long untuk pembayaran satu kali keluar dari Indonesia secara ilegal. pekerja migran (PMI) ke Malaysia.

“Tarif untuk satu PMI adalah 6-10 juta rupiah. Jadi dalam hal ini bukan korban yang membayar, tapi korban,” kata Hari Brata di Mataram, Rabu.

Dengan mentransfer Rp 6-10 juta, warga mendapatkan kemudahan bekerja sebagai PMI di luar negeri. Uang itu memudahkan PMI untuk bekerja di luar negeri tanpa harus mengikuti prosedur resmi sesuai peraturan pemerintah, katanya.

“Jadi, PMI tidak perlu menjalani prosedur. Tidak ada paspor, visa, “pemeriksaan kesehatan,” katanya.

Namun, untuk memudahkan PMI beroperasi di negara lain tanpa harus “kucing-kucingan” dengan badan keamanan setempat, Long memberi mereka ID Malaysia.

“Inilah mengapa kasus ilegal PMI atau TPPO (perdagangan manusia) tidak akan selesai jika tidak ada korban. Karena sulit mengidentifikasinya,” kata Hari.

Selain membeberkan angka keberangkatan, Hari juga membeberkan status PMI korban kapal karam di perairan Malaysia yang rata-rata sudah memiliki pengalaman di luar negeri.

“Seperti salah satu korban meninggal PMI yang berasal dari Lombok Tengah, dia dua kali berangkat lewat Long ini. Dia membayar 10 juta rupiah,” katanya.

Artikel sebelumyaPolisi yakin kata-kata Ferdinand Hutahan bisa menimbulkan masalah
Artikel berikutnyaDinas Kesehatan Lapor Sindikat Diduga Jual Beli Vaksin Booster di Surabaya