Beranda Hukum PKC Merujuk Kasus Eddie Rumpoko untuk Remunerasi

PKC Merujuk Kasus Eddie Rumpoko untuk Remunerasi

Jakarta (ANTARA) – Komisi Pemberantasan Korupsi (PKT) menyerahkan berkas perkara mantan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Senin (18/10).

Eddie adalah terdakwa dalam kasus bounty pemerintah Batu, Jawa Timur 2011-2017.

“Pada Senin (6.10 WIB), tim kejaksaan menyelesaikan penyerahan surat dakwaan dan berkas perkara terdakwa Eddie Rumpoko ke Pengadilan Tipikor Surabaya,” kata Pj Juru Bicara PKC Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa di Jakarta.

Ali mengatakan, terdakwa Eddie tidak ditahan karena masih menjalani hukuman dalam kasus sebelumnya.

“Selain itu, kami menunggu penetapan majelis hakim dan penetapan hari sidang dengan agenda pengumuman dakwaan,” kata Ali.

Eddie didakwa dalam dakwaan pertama berdasarkan pasal 12 B KUHP jo pasal 64 (1) KUHP atau kedua pasal 11 KUHP digabungkan dengan pasal 64 (1) KUHP. Kode.

Sebelumnya, PKC melakukan serangkaian pemeriksaan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait kasus dugaan gratifikasi yang terjadi di lingkungan Pemkot Batu pada 2011-2017 sejak Januari 2021.

Saat itu, PKC menggeledah sejumlah kantor resmi di pemerintahan Kota Batu. Selain kantor resmi, PKC juga menggeledah kantor dan kantor Walikota Batu Devanti Rumpoko.

Pada bulan September 2017, PKC menjebak Eddie selama Operasi Pengambilan Tangan (OTT). Eddie yang juga suami Wali Kota Batu Devanti Rumpoko saat ini divonis Kasasi Mahkamah Agung (MA) 5,5 tahun penjara dan denda 200 juta rupiah, ditambah 3 bulan penjara. …

Dalam kasus ini, Eddie diduga menerima suap sebesar Rp 500 juta terkait proyek belanja modal dan peralatan pembelian mebel dari Pemkot Batu tahun anggaran 2017 sebesar Rp 5,26 miliar.

Artikel sebelumyaPKC Serahkan Kasus Suap RAPBR Jambi ke Pengadilan
Artikel berikutnyaBMKG memperingatkan bahwa hujan lebat mungkin terjadi di sebagian wilayah Sumatera Utara.