Beranda Hukum PKC Menyerahkan Berkas Kasus Aa Umbara and Friends ke Pengadilan

PKC Menyerahkan Berkas Kasus Aa Umbara and Friends ke Pengadilan

Jakarta (ANTARA) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin menyerahkan tiga terdakwa kasus korupsi bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Bandung Barat ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Typikor) Bandung.

Tiga terdakwa yakni Bupati Bandung Barat Non Aktif Aa Umbara Sutisna, Andri Vibawa dari Swasta/anak Aa Umbara, dan M. Totoh Gunawan selaku pemilik PT Jagat Dirgantara (JDG) dan CV Sentral Vegetable Garden City Lembang (SSGCL) .

“Hari ini JPU PKC Budi Nugraha menyerahkan berkas perkara terdakwa Aa Umbar Sutisna dan kawan-kawan ke Pengadilan Tipikor di PN Bandung,” kata Pj Juru Bicara PKC Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Penahanan terhadap terdakwa saat ini sedang dijadwal ulang dan sepenuhnya berada di bawah yurisdiksi Pengadilan Tipikor, dan saat ini tempat penahanan masih berada di Rutan PKC yaitu Aa Umbare di Rutan PKC di Gedung Merah Putih, Andri di Rutan Kavling C1 PKC dan M. Totoh di Pusat Penahanan PKC di Pomdam Jaya Guntur.

Selain itu, Ali mengatakan JPU sedang menunggu penunjukan majelis hakim dan sidang dengan agenda awal dakwaan.

Terdakwa masing-masing didakwa. Terdakwa Aa Umbara Sutisna, pertama: pasal 12 huruf i UU Tipikor jo pasal 55 (1) 1 KUHP dan
Kedua: Pasal 12 B UU Pemberantasan Korupsi jo Pasal 65 (1) KUHP. Terdakwa Andri Vibava dan Terdakwa M. Totokh Gunawan pasal 12 ayat i UU Tipikor digabungkan dengan ayat (1) 1 pasal 55 KUHP,” kata Ali.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan barang kebutuhan darurat pandemi COVID-19 di Dinas Sosial Bandung Barat pada 2020.

Dalam penyusunan kasus tersebut, PKC mengklarifikasi bahwa pada Maret 2020 akibat pandemi COVID-19, Pemprov Bandung Barat menganggarkan sejumlah dana untuk penanggulangan pandemi COVID-19, dengan melakukan reorientasi anggaran APBD 2020 ke belanja darurat (BTT). .

Menggunakan bendera CV Jayakusuma Cipta Mandiri (JCM) dan CV Satria Jakatamilung (SJ), Andri menerima paket pekerjaan senilai Rp 36 miliar untuk pembelian paket sembako untuk Jaringan Jaminan Sosial (Bansos JPS). …

Sementara itu, M Totoh menggunakan PT JDG dan CV SSGCL mendapatkan paket pekerjaan senilai Rp 15,8 miliar untuk pengadaan sembako Bantuan Sosial JPS dan Bantuan Sosial Terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (Bansos PSBB).

Dari aktivitas pembelian tersebut, Aa Umbara dikabarkan telah menerima uang sekitar 1 miliar rupiah yang sumbernya dialokasikan oleh M. Toto dari nilai tas sembako yang ditempel stiker bergambar Aa Umbara untuk didistribusikan. kepada masyarakat Kabupaten Bandung Barat.

Sementara itu, M Totoh diduga meraup untung sekitar Rp 2 miliar, dan Andri juga diduga meraup untung sekitar Rp 2,7 miliar.

Selain itu, Aa Umbara juga diduga menerima tip dari berbagai dinas Pemkab Bandung Barat dan perseorangan yang mengerjakan berbagai proyek di Kabupaten Bandung Barat senilai sekitar Rp 1 miliar.

Artikel sebelumyaPPKM di Jawa Bali diperluas, 26 kabupaten/kota hilir
Artikel berikutnyaDinas Kesehatan: Pasien yang Sembuh dari COVID-19 di Lampung Meningkat 404