Beranda Hukum PKC Memanggil Mantan Penyidik ​​Robin untuk Walikota Tanjungbalai

PKC Memanggil Mantan Penyidik ​​Robin untuk Walikota Tanjungbalai

Jakarta (ANTARA) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu memanggil mantan penyidik ​​Polri Stepanus Robin Pattuju (SRP) untuk mengusut kasus dugaan suap yang melibatkan Wali Kota Tanjungbalai pada 2020-2021.

Robin dijadwalkan akan dimintai keterangan sebagai saksi dari tersangka pengacara Maskur Hussein (MH).

“Hari ini pemeriksaan saksi tersangka M.Kh. dalam tindak pidana korupsi suap terkait tindak pidana kasus Walikota Tanjungbalai tahun 2020-2021,” kata Pj Juru Bicara BPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Pemeriksaan Robin dilakukan di gedung PKC di Jakarta. Robin juga menjadi salah satu tersangka dalam kasus tersebut, namun ia dipanggil sebagai saksi.

Selain Robin dan Maskur, PKC juga menetapkan Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial (MS) sebagai tersangka. Syahrial yang memberi suap saat ini menjadi tersangka.

Syahrial dituduh menyuap Robin sebesar Rs 1,695 miliar untuk menghilangkan dugaan korupsi.

Dalam dakwaan disebutkan Syahrial selaku Wali Kota Tanjungbalai juga merupakan perwakilan Partai Golkar yang berkunjung ke rumah dinas Wakil Ketua DPR RI yang juga pengurus Partai Golkar Azis Shyamsuddin di Jakarta Selatan. .

Dalam pertemuan itu, Syahrial dan Azis membahas pilkada yang akan diikuti Syahrial di Tanjungbalai. Azis mengatakan kepada Syahrial bahwa dia akan memperkenalkan seseorang yang akan membantu memantau proses partisipasi Syahrial dalam pemilu.

Setelah Syahrial setuju, Azis meminta Robin yang merupakan penyidik ​​PKC untuk menemuinya dan kemudian memperkenalkan Robin kepada Syahrial.

Syahrial kemudian mengatakan akan mengikuti Pilkada periode kedua 2021-2026, namun ada informasi dalam laporan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) tentang pekerjaan di Tanjungbalai dan informasi kasus jual beli jabatan. di Tanjungbalai. Pemerintah kota dijalankan oleh PKC.

Robin kemudian menghubungi seorang teman bernama Maskur dan mengatakan bahwa Tanjungbalai telah meminta bantuan untuk menyelesaikan kasus ini.

Maskoor kemudian bersedia membantu penanganan kasus tersebut dengan dana Rp 1,5 miliar. Permintaan Maskur disetujui oleh Robin untuk diteruskan ke Syahrial.

Syahrial kemudian secara bertahap mentransfer uang ke rekening milik Rifka Amalia, adik dari pacar Robin, dengan total Rp1.275 miliar mulai 17 November 2020 hingga 12 April 2021, dengan nominal mulai dari Rp5 juta hingga Rp450 juta.

Syahrial juga secara bertahap mentransfer uang ke rekening Maskur dengan total Rs 200 juta pada 22 Desember 2020 dalam 17 transaksi, sehingga transfer uang Syahrial Robin menjadi Rs 1,475 miliar.

Selain mentransfer uang melalui wire transfer sebesar Rp 1.475 miliar, Syahrial juga memberikan uang tunai kepada Robin sebesar Rp 210 juta pada 25 Desember 2020, dan pada awal Maret 2021 ia mentransfer sejumlah Rp. 10 juta, menghasilkan total hadiah sebesar Rs 1.695 miliar.

Artikel sebelumyaMendalami Kebijakan Penyuluhan PPKM
Artikel berikutnyaBMKG: Gangguan cuaca menyebabkan banjir di Jeruklegi-Chilachap