Beranda Hukum PKC Konfirmasi Empat Saksi untuk Mentransfer Uang ke Aa Umbara

PKC Konfirmasi Empat Saksi untuk Mentransfer Uang ke Aa Umbara

Jakarta (ANTARA) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengkonfirmasi empat saksi terkait dugaan transfer uang kepada Bupati Bandung Barat yang tidak aktif Aa Umbara Sutisna (AUM) dari berbagai pihak.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (25/6) memeriksa mereka sebagai tersangka Aa Umbara dan kawan-kawan dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pengadaan barang kebutuhan darurat pandemi COVID-19 di Kabupaten Bandung Barat (Dinsos) 2020 Bakti Sosial Ujian dilaksanakan di Kantor Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, (Aula Wakil Bupati).

“Saksi hadir dan dikonfirmasi, khususnya terkait dugaan transfer sejumlah uang kepada tersangka AUM dari berbagai pihak untuk mengikuti pengadaan bansos sehubungan dengan pandemi COVID-19 di dinas sosial Bandung Barat di 2020,” kata Pj Juru Bicara PKT Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Empat saksi yakni gitaris bandung bandung The Changcuters bernama Arlanda Gazali Langitan dan tiga individu yakni Octavianus, Risal Faisal dan Dikki Harun Andika.

Selain itu, Ali menginformasikan sembilan saksi yang tidak memenuhi panggilan penyidik ​​pada Jumat (25/6), yakni masing-masing tujuh orang yakni Rini Rahmavati, Riki Vidianto, Benny Setiavan, Ivan Nurhari, Riki Suryadi, Asep Juhendrik dan Sami Viratama dan dua ibu rumah tangga Seftriani Mustofa dan Rini Devi Mulyani.

“Dia tidak muncul dan tidak mengkonfirmasi, jadi PKC mendesak para saksi untuk bekerja sama membantu memanggil tim investigasi yang akan segera ditunjuk,” kata Ali.

Selain Aa Umbar, PKC menetapkan dua tersangka lainnya yakni Andri Vibavu (AW) dari swasta/anak Aa Umbara dan pemilik PT Jagat Dir Gantara (JDG) dan CV Sentral Kebun Sayur Kota Lembang (SSGCL). M Totoh Gunawan (MTG).

Dalam pembuatan kasus dimaksud pada Maret 2020 sehubungan dengan pandemi COVID-19, Pemerintah Daerah Bandung Barat mengalokasikan sejumlah dana untuk memerangi pandemi COVID-19, dengan melakukan reorientasi anggaran APBD 2020 ke belanja darurat (BTT).

Menggunakan bendera CV Jayakusuma Cipta Mandiri (JCM) dan CV Satria Jakatamilung (SJ), Andri menerima paket pekerjaan senilai Rp 36 miliar untuk pembelian paket sembako untuk Jaringan Jaminan Sosial (Bansos JPS). …

Sementara itu, M Totoh menggunakan PT JDG dan CV SSGCL mendapatkan paket pekerjaan senilai Rp 15,8 miliar untuk pengadaan sembako Bantuan Sosial JPS dan Bantuan Sosial Terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (Bansos PSBB).

Diduga dari pembelian tersebut, Aa Umbara menerima uang sekitar Rp 1 miliar yang sumbernya dialokasikan oleh M. Totoh dari harga paket makanan yang ditempel stiker bergambar Aa Umbara. untuk dibagikan kepada orang-orang. Kabupaten Bandung Barat.

Sementara itu, M Totoh diduga meraup untung sekitar Rp 2 miliar, sedangkan Andri diduga meraup untung sekitar Rp 2,7 miliar.

Selain itu, Aa Umbara diduga menerima tip dari berbagai dinas di lingkungan Pemkot Bandung Barat dan perorangan yang mengerjakan berbagai proyek di Kabupaten Bandung Barat senilai sekitar Rp.

Artikulli paraprakMemindahkan jenazah penderita COVID-19 ke Jakarta Utara sulit
Artikulli tjetër"mimpi situbondo", bantu anak desa suka belajar love