Beranda Hukum PKC Ajak Generasi Muda Maluku Aktif Berantas Korupsi

PKC Ajak Generasi Muda Maluku Aktif Berantas Korupsi

Jakarta (ANTARA) – Komisi Pemberantasan Korupsi mengajak generasi muda di Provinsi Maluku untuk aktif memerangi korupsi dengan menanamkan sembilan nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari.

KPK menyelenggarakan bimtek kelas pemuda dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang diikuti 50 pemuda terpilih dari wilayah Maluku.

Vawan Vardiana, Deputy CCP for Education and Public Engagement, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat, mengatakan 50 peserta yang hadir dalam acara tersebut harus memahami dan mampu mengimplementasikan sembilan nilai antikorupsi, yaitu: kejujuran, kemandirian, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, jujur ​​dan kerja keras.

Vawan juga berharap anak muda mampu melengkapi tiga P, yaitu melihat, melawan dan melaporkan jika mengetahui adanya korupsi.

Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 17 dan 18 November 2022 di Maluku yang juga dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Maluku, Wakil Ketua DPRP Maluku, Kepala Kejaksaan Agung Maluku Kodam VI/Pattimura, Polda Maluku, Dunlanud dan Dunlanal, dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Maluku (Kesbangpol).

“Saya berharap kegiatan bimtek selama dua hari ini, meskipun terkesan singkat, semoga tidak muncul seiring berjalannya waktu. Namun, keinginan untuk berubah adalah melakukan sesuatu menjadi lebih baik. Kami berharap selama dua hari ini para peserta dapat berdiskusi tentang materi yang telah diberikan dan sebagai salah satu bentuk upaya pemberantasan korupsi bersama untuk menjadikan Provinsi Maluku bersih dari korupsi,” ujar Wawan.

Ditambahkannya, kegiatan ini tidak hanya mengajak pemuda dan lembaga swadaya masyarakat untuk berperan aktif dalam pemberantasan korupsi, tetapi juga mensukseskan Pemilu 2024 dengan menjadi pemilih yang jujur.

Pemilih muda akan mencapai hampir 60 persen pemilih pada pemilu 2024, menurut Badan Pusat Statistik (CSO).

“Tahun 2024, menurut hasil BPS, akan ada hampir 60 persen pemilih muda, jadi potensi keberhasilan pemuda dalam pemilu yang adil dan jujur. Kalau 60 persen jujur ​​dan jujur, maka kita aman,” ujarnya.

Sementara itu, Kumbul Kusdwijanto, Direktur Pembinaan Partisipasi Masyarakat PKC mengatakan, sebagai bagian dari bimbingan teknis, para pemuda diajari cara melapor jika melihat atau mengetahui tindakan korupsi.

Kumbul juga mengatakan, selama ini banyak laporan yang berkualitas rendah atau bahkan banyak informasi tentang tindak pidana korupsi, namun tidak ada sumber untuk laporan tersebut.

“Selama Bimtek, pemuda dan LSM dilatih bagaimana melaporkan tindak pidana korupsi dengan laporan yang baik,” ujarnya.

Sementara itu, Samuel E. Huwae, Asisten Sekda Bidang Administrasi dan Kesejahteraan Daerah Maluku mengatakan, Gubernur Maluku menyampaikan terima kasih kepada PKC yang telah menginisiasi kegiatan antikorupsi pemuda dan lembaga swadaya masyarakat.

Diharapkan melalui kepemimpinan ini, partisipasi pemuda dan NGO di Maluku semakin meningkat untuk mewujudkan wilayah Maluku yang bersih dari korupsi.

Artikulli paraprakKasad berharap kerja sama militer dengan Singapura dapat diperluas
Artikulli tjetërTNI-Polri membersihkan reruntuhan kerusuhan Dogiyai